Advertisement
PSIM Jogja Tertekan, Laga Lawan PSM Jadi Penentu Kebangkitan
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja dituntut bangkit saat menjamu PSM Makassar demi keluar dari tren buruk dan menjaga posisi klasemen Super League 2025/2026.
Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung Bantul pada Jumat (10/4/2026) sore ini menjadi momentum krusial bagi PSIM Jogja untuk menjaga posisi di papan tengah klasemen.
Advertisement
Performa PSIM Jogja dalam beberapa laga terakhir belum konsisten. Kekalahan dari Dewa United menjadi pukulan terbaru, sementara dalam sembilan pertandingan terakhir mereka hanya mampu meraih satu kemenangan.
Hingga pekan ke-26, PSIM tertahan di peringkat kedelapan dengan 38 poin, hanya terpaut tipis dari Bali United di bawahnya.
BACA JUGA
Dua Pemain Absen
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, memastikan timnya tidak akan diperkuat dua pemain penting. Anton Fase masih belum pulih, sementara Fahreza Sudin harus absen akibat akumulasi kartu.
"Saat ini Anton Fase masih belum bisa ikut latihan. Kita juga akan kehilangan Fahreza karena hukuman akumulasi kartu, tapi untungnya Rahmatsho sudah kembali. Jadi, ya, besok kita akan tampil tanpa Anton dan Fahreza," ujarnya.
Di sisi lain, PSM Makassar juga datang tanpa pelatih kepala Tomas Truca yang absen mendampingi tim. Posisi tersebut sementara diisi oleh asisten pelatih Ahmad Amiruddin.
Van Gastel mengaku kondisi tersebut bukan hal baru karena sang asisten sudah memimpin tim dalam beberapa laga sebelumnya.
Meski hasil belum memuaskan, Van Gastel menilai performa PSIM Jogja sebenarnya tidak terlalu buruk dan bahkan sempat melampaui ekspektasi pada awal musim.
Ia menegaskan target utama tim tetap bertahan di kompetisi dan menjauh dari zona degradasi. Dalam penjelasannya, ia juga menyinggung pengalaman Giovanni van Bronckhorst sebagai contoh tekanan akibat ekspektasi tinggi. Salah satu pekerjaan rumah terbesar PSIM Jogja adalah efektivitas lini serang yang dinilai masih kurang tajam.
"Tapi sepertinya kami memang kekurangan kemampuan mencetak gol, karena kami butuh banyak peluang sebelum akhirnya bisa mencetak gol," tandasnya.
Gelandang PSIM, Savio Sheva, menegaskan seluruh pemain siap menghadapi laga kandang tersebut dan menargetkan kemenangan.
"Untuk persiapannya semua pemain sudah siap menghadapi pertandingan besok. Kita tahu di pertandingan terakhir kemarin kita kehilangan poin. Jadi bagaimanapun besok tiga poin harga mati buat kita," ujarnya.
Laga ini menjadi kesempatan penting bagi PSIM Jogja untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus menjaga peluang bertahan di kompetisi musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Petral, Riza Chalid Buron
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Dari Dapur Sederhana, Perjuangan Kader Ini Ubah Nasib Balita
- Penataan Sungai Code Tahap II Dimulai, Pemkot Jogja Bangun 14 Rumah
- Kurang 24 Jam, 2 Pelaku Penganiayaan Babarsari Ditangkap, 2 Buron
- Dubes Inggris Apresiasi Muhammadiyah Soal Pendidikan Karakter
- PAD Tembus Rp1 Triliun, Pemkot Jogja Dipuji Hasto Kristiyanto
Advertisement
Advertisement







