Advertisement

PSIM Jogja Tertekan, Laga Lawan PSM Jadi Penentu Kebangkitan

Ariq Fajar Hidayat
Jum'at, 10 April 2026 - 07:47 WIB
Jumali
PSIM Jogja Tertekan, Laga Lawan PSM Jadi Penentu Kebangkitan Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja dituntut bangkit saat menjamu PSM Makassar demi keluar dari tren buruk dan menjaga posisi klasemen Super League 2025/2026.

Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung Bantul pada Jumat (10/4/2026) sore ini menjadi momentum krusial bagi PSIM Jogja untuk menjaga posisi di papan tengah klasemen.

Advertisement

Performa PSIM Jogja dalam beberapa laga terakhir belum konsisten. Kekalahan dari Dewa United menjadi pukulan terbaru, sementara dalam sembilan pertandingan terakhir mereka hanya mampu meraih satu kemenangan.

Hingga pekan ke-26, PSIM tertahan di peringkat kedelapan dengan 38 poin, hanya terpaut tipis dari Bali United di bawahnya.

Dua Pemain Absen

Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, memastikan timnya tidak akan diperkuat dua pemain penting. Anton Fase masih belum pulih, sementara Fahreza Sudin harus absen akibat akumulasi kartu.

"Saat ini Anton Fase masih belum bisa ikut latihan. Kita juga akan kehilangan Fahreza karena hukuman akumulasi kartu, tapi untungnya Rahmatsho sudah kembali. Jadi, ya, besok kita akan tampil tanpa Anton dan Fahreza," ujarnya.

Di sisi lain, PSM Makassar juga datang tanpa pelatih kepala Tomas Truca yang absen mendampingi tim. Posisi tersebut sementara diisi oleh asisten pelatih Ahmad Amiruddin.

Van Gastel mengaku kondisi tersebut bukan hal baru karena sang asisten sudah memimpin tim dalam beberapa laga sebelumnya.

Meski hasil belum memuaskan, Van Gastel menilai performa PSIM Jogja sebenarnya tidak terlalu buruk dan bahkan sempat melampaui ekspektasi pada awal musim.

Ia menegaskan target utama tim tetap bertahan di kompetisi dan menjauh dari zona degradasi. Dalam penjelasannya, ia juga menyinggung pengalaman Giovanni van Bronckhorst sebagai contoh tekanan akibat ekspektasi tinggi. Salah satu pekerjaan rumah terbesar PSIM Jogja adalah efektivitas lini serang yang dinilai masih kurang tajam.

"Tapi sepertinya kami memang kekurangan kemampuan mencetak gol, karena kami butuh banyak peluang sebelum akhirnya bisa mencetak gol," tandasnya.

Gelandang PSIM, Savio Sheva, menegaskan seluruh pemain siap menghadapi laga kandang tersebut dan menargetkan kemenangan.

"Untuk persiapannya semua pemain sudah siap menghadapi pertandingan besok. Kita tahu di pertandingan terakhir kemarin kita kehilangan poin. Jadi bagaimanapun besok tiga poin harga mati buat kita," ujarnya.

Laga ini menjadi kesempatan penting bagi PSIM Jogja untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus menjaga peluang bertahan di kompetisi musim ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Petral, Riza Chalid Buron

Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Petral, Riza Chalid Buron

News
| Jum'at, 10 April 2026, 03:17 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement