Dari Limbah Jadi Cuan, Kain Perca Disulap Menjadi Tenun
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
Sungai Code di Kota Jogja. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Kota Yogyakarta memulai pembangunan tahap kedua penataan permukiman di bantaran Sungai Code pada Senin (13/4/2026). Program ini mencakup pembangunan 14 unit rumah di kawasan Kampung Lampion, Kotabaru, dan Kelurahan Terban.
Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menjelaskan pembangunan tahap kedua merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah merampungkan 10 unit rumah di Kampung Lampion.
“Pada tahap kedua ini, di Kampung Lampion akan dibangun 8 unit dan di Terban 6 unit. Total ada 14 unit rumah yang sudah terkontrak dan mulai dikerjakan tahun ini,” ujarnya.
Bangun Hunian dan Akses Jalan
Selain pembangunan rumah layak huni, Pemkot Jogja juga menargetkan pembukaan akses jalan di bantaran Sungai Code sepanjang 900 meter. Infrastruktur tersebut dilengkapi dengan pembangunan jembatan sebagai penghubung antarakses.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus aksesibilitas warga di kawasan bantaran sungai.
Umi menyebut pembiayaan proyek dilakukan melalui kolaborasi antara APBD Kota Jogja dan dukungan pendanaan internasional yang disalurkan melalui Universitas Islam Indonesia.
Legalitas Jadi Prioritas
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan penataan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kepastian hukum bagi warga.
Menurutnya, skema kekancingan dan sertifikasi pemanfaatan tanah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jogja menjadi bagian penting dalam program ini.
“Yang kita kejar bukan hanya bangunan layak huni, tapi juga kepastian legalitas agar warga merasa aman,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII, Wiryono Raharjo, menyebut model penataan permukiman di Jogja telah menarik perhatian internasional.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dinilai dapat menjadi contoh bagi negara lain.
Warga Rasakan Manfaat
Sejumlah warga mulai merasakan dampak positif dari program ini. Salah satunya Suratih, warga Kotabaru, yang kini menempati rumah hasil penataan.
Ia mengaku kondisi hunian saat ini jauh lebih nyaman dan aman dibanding sebelumnya yang menggunakan atap asbes serta rawan terdampak luapan sungai.
“Sekarang lebih adem dan aman. Bangunannya juga lebih kuat, jauh lebih layak dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Program penataan bantaran Sungai Code ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
Film "Operasi Pesta Copet" tayang hari ini. Debut sutradara Edy Khemod dengan Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, dan Zulfa Maharani. Simak sinopsis dan daftar pe
Google rilis Gemini 3.5 Transcribe, AI speech-to-text 70% lebih cepat dari Chirp 3. Bisa hilangkan kata pengisi, support 85 bahasa, dan sudah di Gboard Pixel 11
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Yamaha YZF-R2 meluncur di India dengan tiga varian. Harganya mulai Rp42,8 juta dan bobotnya 2,8 kg lebih ringan dari R15.
Jadwal bola malam ini 27-28 Agustus 2026 menghadirkan Chelsea, Barcelona, serta laga kualifikasi Liga Europa dan Conference League.