Polisi Deteksi Puluhan Geng Pelajar di Kulonprogo
Polres Kulonprogo petakan 30 geng pelajar untuk cegah kejahatan jalanan. Simak langkah preventif Pemkab dan kepolisian di sini.
Foto ilustrasi work from home, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kebijakan work from home (WFH ASN Kulonprogo) mulai menuai sorotan. DPRD Kulonprogo mengingatkan agar skema kerja dari rumah tidak berubah menjadi ajang liburan yang justru menurunkan kualitas pelayanan publik.
Wacana penerapan WFH ASN setiap Jumat dinilai berpotensi disalahgunakan karena berdekatan dengan akhir pekan, sehingga perlu pengawasan ketat sejak awal penerapan.
Anggota Komisi I DPRD Kulonprogo, Husein Pambudi, menegaskan WFH ASN Kulonprogo harus tetap menjamin pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal tanpa gangguan.
Menurutnya, ASN yang menjalankan WFH tetap wajib memenuhi target kinerja sebagaimana saat bekerja di kantor.
"Memberikan sanksi tegas dan segera melakukan evaluasi apabila layanan publik menurun imbas ASN kerja WFH," tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Ia juga mengingatkan agar Pemkab Kulonprogo mengikuti aturan pemerintah pusat secara konsisten serta memastikan implementasi di lapangan berjalan disiplin.
Potensi Disalahgunakan Jadi Liburan
Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin, menilai kebijakan WFH ASN Kulonprogo perlu dikaji matang, terutama jika diterapkan pada hari Jumat.
Menurutnya, waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan Sabtu-Minggu berpotensi membuat ASN tidak bekerja maksimal.
"Justru dimungkinkan malah pada piknik karena Sabtu-Minggu libur jadi harus dikaji betul," ungkapnya.
Saat ini, penerapan WFH ASN Kulonprogo masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah pusat dan belum ada kepastian waktu pelaksanaan.
Sekretaris Daerah Kulonprogo, Triyono, menegaskan kebijakan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai hari libur tambahan.
"Kita masih koordinasi belum berani memastikan kapan diberlakukannya. Saya tidak ingin WFH diasumsikan libur," ujarnya.
Evaluasi dan Pengawasan Jadi Kunci
Triyono menambahkan, jika kebijakan WFH ASN Kulonprogo diterapkan, evaluasi akan dilakukan secara rutin setiap bulan untuk memastikan efektivitasnya.
Salah satu indikator yang dipantau adalah efisiensi anggaran, terutama pengurangan biaya bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, sistem absensi ASN juga tengah dikaji untuk memastikan seluruh pegawai tetap bekerja secara optimal meskipun tidak berada di kantor.
Dengan pengawasan ketat dan evaluasi berkala, kebijakan WFH ASN Kulonprogo diharapkan tetap mendukung efisiensi tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo petakan 30 geng pelajar untuk cegah kejahatan jalanan. Simak langkah preventif Pemkab dan kepolisian di sini.
12 dampak kesehatan konsumsi santan berlebihan, mulai dari kolesterol hingga obesitas, serta cara aman menikmatinya.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.