WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen pada 2026 dengan mengakselerasi sektor-sektor unggulan yang dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, menyebut sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa pendidikan menjadi fokus utama untuk mendongkrak pertumbuhan. “Secara operasional, kegiatan yang dapat mendatangkan pergerakan wisatawan ke DIY terus didorong, misalnya dengan bekerjasama dengan pelaku wisata untuk mengembangkan paket-paket wisata yang senantiasa berkembang setiap periode,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Selain pariwisata, sektor pertanian juga tetap diperkuat setelah mencatat kinerja positif pada 2025. Pemerintah mendorong hilirisasi dan penguatan ketahanan pangan agar struktur ekonomi lebih seimbang.
“Pemda DIY mencoba memanfaatkan peluang dari program nasional seperti MBG [Makan Bergizi Gratis] untuk meningkatkan kinerja rantai pasok pertanian lokal sehingga bisa memberikan nilai tambah tinggi bagi daerah,” katanya.
Dari sisi investasi, Pemda DIY berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan perizinan, kepastian berusaha, hingga pengembangan proyek strategis yang menarik minat swasta. Langkah ini diharapkan mampu memicu pergerakan ekonomi secara lebih luas.
Sementara itu, belanja pemerintah juga diarahkan menjadi stimulus ekonomi dengan mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan. Fokus belanja diarahkan pada penggunaan produk barang dan jasa lokal untuk memperkuat perputaran ekonomi di daerah.
Pengendalian program dilakukan secara berkala melalui rapat koordinasi triwulanan yang dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono X. Upaya ini mencakup optimalisasi belanja APBD yang pro-pertumbuhan, penguatan sektor unggulan, peningkatan investasi, hingga pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur DIY menyampaikan bahwa pada triwulan IV 2025, ekonomi DIY tumbuh 5,94 persen secara tahunan, menjadi capaian tertinggi di Pulau Jawa meski terjadi efisiensi anggaran.
“Meski anggaran belanja menurun, dengan fokus pada anggaran yang dimiliki baik pemerintah daerah maupun kabupaten/kota, pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2026 dapat tembus 6 persen,” ungkapnya.
Dengan kombinasi penguatan sektor unggulan, peningkatan investasi, serta akselerasi belanja daerah, Pemda DIY optimistis target pertumbuhan ekonomi tersebut dapat tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Wisata PG Madukismo Bantul menawarkan pengalaman naik kereta diesel klasik dan melihat langsung proses produksi gula saat musim giling tebu.
Progres pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN mencapai 19,35 persen, melampaui target dan ditopang berbagai inovasi konstruksi dari WIKA.
Daftar harga mobil listrik BYD terbaru OTR Jakarta 2026, mulai Seagull Rp205 juta hingga BYD Seal Performance Rp750 juta lengkap dengan spesifikasi.
Presiden Prabowo menunjuk AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggantikan Luhut melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026.
BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 30 Mei–2 Juni 2026 yang berisiko bagi pelayaran.