WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sukarelawan PMI memperagakan penggunaan alat kesehatan yang diberikan kepada PMI se-DIY, di kantor PMI DIY, Selasa (14/4/2026)./ist humas pemda DIY
Harianjogja.com, SLEMAN— Klinik PMI di seluruh kabupaten/kota di DIY kini diperkuat dengan peralatan medis modern senilai Rp3,3 miliar. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mempercepat respons dalam kondisi kedaruratan.
Penyerahan dilakukan oleh Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY, KGPAA Paku Alam X, di Kantor PMI DIY di Gamping, Sleman, Selasa (14/4/2026). Dukungan ini merupakan hasil kolaborasi antara Palang Merah Indonesia Pusat, Asia-Europe Foundation (ASEF), International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), serta dukungan dari Palang Merah Jepang.
Total bantuan mencapai Rp3.345.293.217 yang disalurkan dalam tiga tahap, yakni tahap I sebesar Rp642.197.000, tahap II Rp1.588.354.217, dan tahap III Rp1.114.742.000.
Peralatan yang diberikan meliputi EKG, USG dua dimensi, stretcher ambulans, Automated External Defibrillator (AED), hingga emergency transport ventilator. Selain itu, bantuan juga mencakup lemari penyimpanan vaksin, sterilisator dry heat, emergency trolley, serta bedside monitor.
Paku Alam X menegaskan ketersediaan fasilitas medis yang memadai menjadi kunci dalam meningkatkan respons layanan kesehatan masyarakat. Ia berharap pembaruan sarana ini diiringi peningkatan profesionalisme layanan.
“Dengan semakin lengkapnya fasilitas dan peralatan kesehatan yang tersedia, kami berharap Klinik PMI di DIY dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas,” ujarnya.
Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo, menilai bantuan tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi organisasi. Ia menyebut kehadiran alat-alat modern ini melampaui ekspektasi awal.
"Dengan peralatan yang serba baru ini, klinik-klinik PMI di DIY akan menjadi klinik yang tercanggih. Ini membuktikan bahwa dari Jogja kita bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ungkapnya.
Menurutnya, dukungan internasional ini tidak lepas dari peran relawan PMI yang telah diakui secara global. Pembaruan fasilitas ini diharapkan mampu mendorong peningkatan standar pelayanan kesehatan dari tingkat daerah hingga nasional.
"Alhamdulillah, perhatian Palang Merah Jepang dan dunia internasional kepada kami sangat besar, bahkan gedung markas ini pun dulu sumbangan mereka. Saya selalu ingin ada sesuatu yang lahir 'dari Jogja untuk Indonesia'. Kita harus memberikan keyakinan bahwa layanan kemanusiaan di sini harus menjadi yang terbaik supaya masyarakat benar-benar terbantu," tambahnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran PMI agar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal dengan komitmen pelayanan yang tulus.
"Kami berkomitmen bekerja dengan pikiran, niat, serta hati yang mulia. Insyaallah, jika kita totalitas, semuanya akan berjalan baik dan manfaatnya akan dirasakan jauh lebih luas oleh masyarakat," pungkasnya.
Dengan tambahan fasilitas ini, PMI DIY diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kondisi darurat bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Progres pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN mencapai 19,35 persen, melampaui target dan ditopang berbagai inovasi konstruksi dari WIKA.
Daftar harga mobil listrik BYD terbaru OTR Jakarta 2026, mulai Seagull Rp205 juta hingga BYD Seal Performance Rp750 juta lengkap dengan spesifikasi.
Presiden Prabowo menunjuk AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggantikan Luhut melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026.
BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 30 Mei–2 Juni 2026 yang berisiko bagi pelayaran.
Dirut Hanania Group ditahan Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan umrah dan penggelapan dana jamaah dengan kerugian Rp12,14 miliar.