Konser HUT Bantul Jadi Panggung 14 Musisi Lokal, UMKM Ikut Cuan
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Para atlet NSB saat latihan di SSA Bantul. Dok NSB
Harianjogja.com, BANTUL—Aktivitas latihan yang rutin di lintasan sepatu roda Kompleks Stadion Sultan Agung (SSA) di Bantul terus melahirkan atlet potensial dari klub Nine Speed Bantul (NSB), dengan sejumlah nama mulai menembus ajang tingkat daerah hingga nasional.
Klub ini memiliki sekitar 50 anggota aktif yang berlatih lima kali dalam sepekan, yakni Rabu hingga Minggu. Pola latihan yang konsisten tersebut menjadi fondasi pembinaan atlet yang berjenjang, dari pemula hingga tingkat kompetitif.
Humas NSB, Sukro Riyadi, menyebut keberhasilan atlet tidak lepas dari kualitas lintasan di SSA yang dinilai sudah memenuhi standar nasional.
“Kalau melihat dari infrastruktur sarana-prasarana cabang sepatu roda di Stadion Sultan Agung memang sangat memadai. Artinya sudah berstandar nasional dan layak untuk event-event besar di Indonesia,” ujarnya, Minggu (12/4).
Dari pembinaan tersebut, sejumlah atlet NSB berhasil lolos ke ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) serta mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) DIY.
Beberapa atlet juga sempat tampil di kejuaraan Bekasi Open, meskipun belum berhasil membawa pulang medali.
“Kalau prestasi sudah banyak. Kemarin atlet NSB lolos Porda, kemudian ikut Popda DIY, dan juga sempat tampil di Bekasi Open,” jelas Sukro.
Fasilitas Masih Perlu Ditingkatkan
Meski lintasan utama dinilai ideal, pengembangan fasilitas penunjang masih menjadi kebutuhan. Salah satu yang disorot adalah area tengah lintasan yang saat ini masih berupa rumput.
NSB berharap area tersebut dapat dicor beton agar bisa dimanfaatkan sebagai ruang latihan tambahan, terutama bagi atlet pemula.
“Harapannya lapangan tengah bisa dibeton supaya lebih bermanfaat, terutama untuk atlet pemula. Jadi nanti tidak bercampur dengan atlet yang sudah profesional di lintasan utama,” katanya.
Dengan pemisahan area latihan, proses pembinaan dinilai akan lebih efektif karena atlet pemula dapat fokus pada teknik dasar tanpa mengganggu ritme latihan atlet berpengalaman.
Selain itu, keterbatasan fasilitas tempat duduk di sisi barat dan timur lintasan juga masih menjadi catatan. Namun, kebutuhan tersebut sementara diatasi secara swadaya oleh klub dengan membuat tribun sederhana dari bambu.
“Memang ada kekurangan seperti tempat duduk di sisi barat dan timur, tapi itu sudah kami siasati secara swadaya dan masih bisa dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Jadwal KSPN Jogja 6 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Festival Babad Siti Kemantren tidak cukup hanya menjadi panggung untuk menampilkan potensi budaya masing-masing wilayah.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 6 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KA Bandara YIA 6 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.