Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Jogja Tuntut Evaluasi MBG hingga Militerisme
Mahasiswa dari HMI, UGM, dan UII menggelar aksi di DPRD DIY, menuntut evaluasi MBG, KDMP, penanganan karhutla, hingga pelanggaran HAM.
Petugas saat menyelidiki lokasi penemuan pria lansia meninggal dunia di Muja Muju, Umbulharjo, pada Sabtu (18/4/2026) sore. Ist/ Humas Polresta Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Warga di Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja digegerkan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Sabtu (18/4/2026) sore.
Kejadian ini terungkap setelah warga mencium bau tak sedap yang menyengat dari sekitar rumah korban. Peristiwa itu pun membuat geger warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Korban berinisial BEP (61) diketahui sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas sejak terakhir kali terlihat oleh warga pada Kamis (16/4/2026). Kondisi tersebut memicu kecurigaan tetangga yang kemudian mencoba memastikan keadaan di sekitar rumah. Selain itu warga mencium bau tak sedap di sekitar rumah korban.
“Jadi diketahui adanya korban meninggal ini berawal saat warga merasa curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat keluar rumah, lalu tercium bau menyengat dari dalam,” ujar Anton Budi Susilo, PS Kasihumas Polresta Jogja, Sabtu (18/4/2026).
Saat dicek dari luar pagar bersama ketua RT dan warga, pintu rumah diketahui dalam kondisi terbuka meski gerbang terkunci. Dari celah tersebut, warga kaget ketika melihat korban terlihat sudah tergeletak dalam posisi telungkup dan dikerubungi lalat.
“Setelah dicek bersama ketua RT dan warga, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya,” kata Anton.
Warga pun segera melapor ke pihak kepolisian. Laporan warga segera ditindaklanjuti oleh Polsek Umbulharjo yang datang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara. Petugas melakukan olah TKP serta pendataan terhadap korban dan saksi.
Tim Inafis Polresta Jogja turut dilibatkan untuk melakukan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Pelibatan Tim Infais ini guna memastikan kondisi korban secara menyeluruh dan melihat kemungkinan penyebab meninggal korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal dunia karena sakit. Selain itu pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi lebih lanjut.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap korban,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa dari HMI, UGM, dan UII menggelar aksi di DPRD DIY, menuntut evaluasi MBG, KDMP, penanganan karhutla, hingga pelanggaran HAM.
Kemarau panjang membuat sungai-sungai kecil di Kulonprogo mengering. BBWS Serayu-Opak menyebut sungai besar masih memiliki debit air.
Simak jadwal, prediksi susunan pemain, kondisi tim, dan analisis laga Fleetwood Town vs Arsenal di Piala Liga Inggris 2026.
Pakar UI Muhamad Syauqillah mengingatkan bahaya propaganda konflik global yang dimanfaatkan kelompok ekstremis untuk memicu perpecahan di Indonesia.
Simak syarat dan cara mengakses data STNK melalui aplikasi SIGNAL serta hal yang perlu diketahui soal dokumen kendaraan saat razia.
Dua restoran di Bali, Boy'N'Cow dan Dava Steak & Seafood, masuk daftar 25 restoran terbaik dunia Tripadvisor Travelers’ Choice Awards 2026.