21 Adegan Rekonstruksi Ungkap Kronologi Pembacokan Pelajar di Jogja
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Kekerasan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja kembali dihebohkan dengan serangkaian aksi yang melibatkan pelajar dalam dua hari berturut-turut. Mulai dari aksi pelemparan botol berisi cat ke lingkungan sekolah hingga penangkapan remaja yang kedapatan membawa senjata tajam saat patroli dini hari.
Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (25/5/2026) siang, sekitar pukul 10.45 WIB, di sebuah SMK Negeri yang berlokasi di Jalan Kenari, Kemantren Umbulharjo. Sekelompok orang tak dikenal melakukan aksi pelemparan ke arah gedung sekolah menggunakan botol dan plastik berisi cat.
Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, sekitar 15 orang melintas menggunakan sepeda motor dari arah timur ke barat sembari meneriakkan kata-kata kasar. “Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun terdapat kerusakan berupa cipratan cat di dinding sekolah serta pecahan botol di lokasi,” ujar Dani, Senin (25/5/2026).
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti pecahan botol warna hijau, botol bertuliskan vodka, serta plastik berisi cat.
Sementara itu, sehari sebelumnya pada Minggu (24/5/2026) dini hari, aparat telah lebih dahulu mengamankan delapan remaja berstatus pelajar di kawasan Rejowinangun, Kotagede. Mereka ditangkap saat patroli karena kedapatan membawa senjata tajam.
Petugas Unit Reaksi Cepat (URC) Satsamapta Polresta Jogja awalnya mencurigai dua remaja yang membawa gesper. Pengembangan pemeriksaan kemudian menemukan enam remaja lainnya di lokasi berbeda dengan barang bukti yang lebih berbahaya.
“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan senjata tajam jenis celurit dan pedang, serta minuman beralkohol yang dibawa para pelajar tersebut,” kata Dani.
Seluruh remaja yang diamankan masih berusia 13 hingga 17 tahun. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa dua gesper, satu celurit, satu pedang, satu botol minuman beralkohol, dan empat unit sepeda motor. Kini, kedelapan pelajar tersebut telah dibawa ke Polsek Kotagede guna pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan kelompok lain.
Sebelumnya, aksi tawuran pelajar kembali pecah di kawasan sekitar Stadion Mandala Krida, tepatnya di depan Puskesmas Gondokusuman, Kota Jogja, Rabu (20/5/2026) siang. Kericuhan itu memicu kepanikan warga sekitar karena terjadi di area lalu lintas padat dan dekat fasilitas publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.