Kulonprogo Matangkan Skema Bansos lewat KDMP, Tunggu Aturan Pusat
Kulonprogo masih menunggu regulasi pusat terkait penyaluran bansos melalui KDMP. Sebanyak 10 gerai telah rampung dan siap diverifikasi.
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo memetakan kondisi kesehatan ratusan calon jemaah haji menjelang keberangkatan, dengan perhatian khusus pada penyakit penyerta, terutama Diabetes Melitus yang dinilai paling berisiko selama ibadah di Tanah Suci.
Sebanyak 384 calon jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan bertahap, mulai dari fasilitas puskesmas hingga rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 261 jemaah memerlukan pendampingan obat, 110 dinyatakan sehat dan mandiri, serta 12 lainnya membutuhkan pendampingan orang.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Susilaningsih, menjelaskan seluruh layanan kesehatan telah disiapkan, termasuk klinik transit di embarkasi serta rujukan awal di UGD Puskesmas Temon I.
“Dari 384 yang berisiko dengan pendampingan obat itu ada 261 calon jemaah haji dan yang bisa mandiri atau sehat ada 110 jemaah dan pendampingan orang sebanyak 12 jemaah,” katanya, Sabtu (18/4/2026).
Selain pemeriksaan, seluruh jemaah juga telah menerima vaksinasi wajib, termasuk vaksin Covid-19. Menjelang keberangkatan, akan dilakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan kondisi jemaah layak terbang.
“Vaksinasi yang wajib sudah dilakukan semua, termasuk vaksin covid juga yang belum sudah dilengkapi,” lanjutnya.
Dinkes juga menyiapkan tenaga medis berupa dokter dan bidan, serta dukungan bagi jemaah yang membutuhkan alat bantu seperti kursi roda. Pendampingan obat dilakukan bagi jemaah dengan penyakit tertentu, termasuk hipertensi dan gangguan jantung.
Namun demikian, Susilaningsih menegaskan risiko terbesar tetap pada penderita diabetes melitus karena perubahan cuaca dan aktivitas fisik selama ibadah.
“Risikonya kan bisa tiba-tiba karena kondisi cuaca di tanah suci dan juga aktivitasnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menyoroti kesiapan embarkasi haji yang tahun ini mulai beroperasi sebagai proyek percontohan nasional dengan konsep bubble hotel.
Para jemaah akan menginap di Hotel Ibis dan Novotel di kawasan Temon sebelum diberangkatkan melalui Yogyakarta International Airport.
“Ini adalah marwah Kabupaten Kulonprogo dan marwah DIY. Sukses dan tidaknya ditentukan mulai tanggal 21 April mendatang. Saya minta jangan sampai ada persiapan sekecil apa pun yang terlewat, terutama terkait kelancaran transportasi dan kenyamanan jemaah,” tegas Ambar.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, terutama dalam pengaturan lalu lintas agar tidak mengganggu proses keberangkatan perdana jemaah haji dari embarkasi Kulonprogo.
“Lalu lintas adalah kunci utama. Jangan sampai ada kendala teknis yang merusak citra pelayanan kita. Mari kita berikan dedikasi penuh untuk kelancaran ibadah para jemaah,” jelasnya.
Keberangkatan pertama jemaah haji dari embarkasi Kulonprogo dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026, sekaligus menjadi penanda dimulainya operasional fasilitas baru tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kulonprogo masih menunggu regulasi pusat terkait penyaluran bansos melalui KDMP. Sebanyak 10 gerai telah rampung dan siap diverifikasi.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.