Advertisement

Geng Remaja di Bantul Diduga Culik dan Siksa Korban hingga Tewas

Yosef Leon
Senin, 20 April 2026 - 15:52 WIB
Sunartono
Geng Remaja di Bantul Diduga Culik dan Siksa Korban hingga Tewas Suasana rumah duka remaja berinisial IDS, 16, korban dugaan pengeroyokan hingga meninggal dunia di Ciren, Triharjo, Pandak, Bantul, Senin (20/4 - 2026). Harian Jogja/Yosef Leon.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL— Seorang remaja berinisial IDS, 16, warga di Ciren, Triharjo, Pandak, Bantul meninggal dunia setelah lima hari dalam kondisi kritis seusai diduga menjadi korban penyiksaan brutal oleh sekelompok geng remaja.

Korban mengembuskan napas terakhir pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB setelah sempat dirawat intensif di rumah sakit.

Advertisement

Korban sebelumnya mengalami luka serius di sekujur tubuh dan tidak sadarkan diri sejak dibawa ke Rumah Sakit Saras Adyatma. Selama masa perawatan, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (14/4/2026) malam di Lapangan Gadung Mlati, di Pandak, Bantul. Sebelum kejadian, IDS dijemput dua orang yang dikenalnya dari rumah sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan sepeda motor.

Ayah korban, Sugeng Riyanto, mengungkapkan saat itu dirinya sudah tertidur sejak pukul 21.30 WIB. Ia baru mengetahui anaknya dijemput setelah kejadian berlangsung.

“Dua orang pakai NMax datang ke rumah sekitar jam 22.00 WIB dan mengajak anak saya pergi,” ujar Sugeng saat ditemui di rumah duka, Senin (20/4/2026).

Setelah dijemput, korban sempat dibawa ke belakang SMAN 1 Bambanglipuro. Di lokasi tersebut, sejumlah kakak kelas dan rekan lainnya sudah menunggu. Tidak lama kemudian, IDS kembali dibawa oleh dua orang berbeda menuju Lapangan Gadung Mlati.

Kecurigaan muncul dari salah satu teman korban yang kemudian membuntuti perjalanan tersebut. Saat tiba di lokasi, korban diduga sudah ditunggu oleh sekitar 10 orang.

“Anak saya hanya ditanya soal ikut geng, lalu langsung dikeroyok,” kata Sugeng.

Menurut penuturan keluarga, korban mengalami kekerasan secara membabi buta menggunakan slang dan pipa paralon. Selain itu, tubuh korban juga disundut api rokok.

Akan Dipotong Telinga

Tidak berhenti di situ, korban bahkan disebut dilindas sepeda motor berulang kali. Dalam kondisi tidak berdaya, pelaku juga diduga sempat hendak melukai telinga korban sebelum dicegah oleh temannya yang mengikuti dari belakang.

“Waktu sudah pingsan, masih mau dipotong telinganya, tapi temannya berhasil merebut gunting,” ungkap Sugeng.

Setelah kejadian, IDS langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, upaya medis selama beberapa hari tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dan berharap pelaku segera ditangkap serta dihukum berat.

“Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Ini sudah sangat sadis,” tegas Sugeng.

Sugeng menyebut, keseharian anaknya tergolong tidak pernah keluar larut malam. IDS biasanya sudah berada di rumah sebelum pukul 21.00 WIB atau paling lambat pukul 22.00 WIB.

“Kalau belum pulang biasanya dihubungi ibunya lewat WhatsApp atau ditelepon supaya segera pulang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Polisi saat ini mengumpulkan berbagai informasi untuk mengungkap kronologi lengkap dan pelaku yang terlibat.

“Masih kami koordinasikan dengan Satreskrim. Nanti kalau sudah lengkap akan kami informasikan,” ujar Rita.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan rinci terkait jumlah maupun identitas terduga pelaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ada Puluhan Laporan Kasus Haji Umrah, Polisi Diminta Turun Tangan

Ada Puluhan Laporan Kasus Haji Umrah, Polisi Diminta Turun Tangan

News
| Senin, 20 April 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Wisata
| Senin, 20 April 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement