Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY (Disdikpora DIY) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pencegahan kekerasan di kalangan pelajar. Langkah ini diambil menyusul kasus tragis yang menewaskan seorang pelajar di Bantul akibat aksi pengeroyokan.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora DIY, Muhammad Setiadi, menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap pelajar harus terus diperkuat, baik di dalam maupun di luar sekolah,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Setiadi, secara umum berbagai program pencegahan sebenarnya telah berjalan di sekolah-sekolah, mulai dari penguatan pendidikan karakter, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKSP), hingga penerapan regulasi dari pemerintah pusat. Namun, kasus yang masih terjadi menunjukkan adanya celah yang perlu segera diperbaiki.
Ia mengakui bahwa pengawasan di luar jam sekolah menjadi salah satu titik lemah. Selain itu, internalisasi nilai-nilai karakter dinilai belum merata, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Sebagai langkah ke depan, Disdikpora DIY akan mengedepankan pendekatan yang lebih preventif dan berbasis deteksi dini. Jika pelaku terbukti masih berstatus pelajar aktif, maka sanksi akan diberikan secara berlapis sesuai ketentuan, mulai dari sanksi disiplin sekolah hingga pembinaan khusus.
“Pendekatan kami tidak hanya menghukum, tetapi juga memastikan adanya pembinaan dan rehabilitasi, tanpa mengesampingkan keadilan bagi korban,” tegasnya.
Selain itu, Disdikpora DIY juga menyiapkan langkah mitigasi trauma bagi korban, saksi, dan lingkungan sekolah. Tim layanan psikososial akan diterjunkan untuk memberikan pendampingan, didukung peran guru bimbingan konseling serta jejaring psikolog pendidikan.
Upaya lain yang dilakukan adalah memperkuat komunikasi dengan orang tua serta memberikan edukasi kepada siswa agar tidak terprovokasi melakukan aksi balasan. Sekolah juga diminta memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif pascakejadian, termasuk membatasi penyebaran konten kekerasan di media sosial.
Disdikpora DIY juga menaruh perhatian serius terhadap potensi munculnya geng pelajar dan aktivitas berisiko. Untuk itu, kolaborasi lintas sektor dengan aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat terus diperkuat, termasuk meningkatkan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di luar jam sekolah.
Diketahui, kasus ini menimpa pelajar berinisial IDS (16), warga Pandak, yang meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok remaja pada 14 April 2026 di kawasan Lapangan Gadung Mlati. Dalam pengungkapan kasus, aparat menemukan berbagai barang bukti yang digunakan pelaku, mulai dari pipa pralon, selang, hingga tindakan kekerasan fisik yang mengarah pada penyiksaan.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian serius dan diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman bagi seluruh pelajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Pembangunan Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo–Junction Sleman memasuki tahap struktur atas setelah seluruh pekerjaan fondasi atau borepile rampung.
Audi Indonesia meluncurkan The New Audi Q5 Sportback dengan mesin 204 PS, fitur canggih, dan harga mulai Rp1,9 miliar.
Asap muncul di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta akibat kendaraan ground handling bermasalah. Operasional penerbangan tetap normal.
Veda Ega Pratama start dari posisi kesembilan Moto3 Hungaria 2026 usai tampil kompetitif dalam sesi kualifikasi di Balaton Park.
Google sepakat membayar Rp16,56 triliun per bulan kepada SpaceX untuk menambah kapasitas komputasi AI hingga 2029.