WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Anak-anak bermain sepak bola di Jembatan Kewek yang ditutup, beberapa waktu lalu. - Harian Jogjq/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Jembatan Kewek penghubung Kotabaru-Malioboro tetap steril dari kendaraan sejak akhir 2025, nunggu bongkar total dan bangun baru dengan dana APBN Rp19 miliar. Proses pemilihan kontraktor masih jalan, target mulai April-Mei 2026 hingga rampung akhir Desember.
Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY yang garap proyek ini. PPK 1.1 Ersy Perdhana bilang tahap penyedia jasa konstruksi lagi diproses.
“Saat ini masih proses pemilihan penyedia,” ujarnya.
Desain baru panjang 30 meter, lebar 16 meter termasuk 11 meter jalan aspal dan dua trotoar 2,5 meter. Oprit diperbaiki plus Dinding Penahan Tanah beton di tebing sungai.
Kondisi lama cuma kuat 20% karena usia ratusan tahun, rawan ambruk. Kepala Dinas PUPESDM DIY Anna Rina Herbranti sebut jadwal fleksibel ikut pengadaan.
“April atau Mei kemungkinannya, tergantung proses pengadaannya,” katanya, Rabu (22/4/2026).
Alih-alih Kewek, kendaraan lewat Jalan Abu Bakar Ali. Penutupan ini untungkan pedagang dan juru parkir Menara Kopi Kotabaru karena lalu lintas wisatawan naik.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bilang Pemkot sudah bersihkan talut tanggul 2025. Pasca rampung, kawasan ditata rapi biar cantik.
“Tanggulnya nanti kita perbaiki biar cantik,” katanya.
Jembatan Kewek merupakan salah satu infrastruktur bersejarah di Yogyakarta yang menjadi saksi bisu perkembangan tata kota sejak era kolonial Belanda. Awalnya, jembatan ini dibangun sebagai bagian dari proyek jalur kereta api Staatsspoorwegen (SS) pada akhir abad ke-19 untuk menghubungkan Stasiun Lempuyangan dengan Stasiun Tugu.
Nama Kewek sendiri diyakini berasal dari pelafalan lidah lokal terhadap kata bahasa Belanda, Kerkweg, yang berarti "Jalan Gereja", merujuk pada keberadaan Gereja Kotabaru yang berada di dekat kawasan tersebut.
Secara arsitektural, jembatan ini unik karena memiliki struktur bertingkat; bagian atas digunakan sebagai jalur perlintasan kereta api yang aktif hingga saat ini, sementara bagian bawahnya berfungsi sebagai jalur transportasi darat yang membelah kawasan pusat kota menuju arah Malioboro dan Kotabaru.
Seiring berjalannya waktu, Jembatan Kewek tidak hanya berfungsi sebagai penghubung logistik dan transportasi, tetapi juga bertransformasi menjadi ikon estetika kota dengan sentuhan mural serta pencahayaan artistik yang mempercantik wajah Yogyakarta di malam hari.
Kini bagian kawasan pusaka Kotabaru per SK Gubernur DIY 2011. Bongkar total tapi nilai historis tetap dijaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Kunjungan wisata Sleman hingga Mei 2026 mencapai 3,06 juta wisatawan. Libur sekolah diproyeksikan memicu perputaran ekonomi Rp1,2 triliun.
DLH Kulonprogo bergerak cepat membersihkan 3 ton sampah pasca event di Alun-alun Wates. Retribusi sampah diperkirakan hampir Rp2,3 juta.
Sebanyak 104 warga Distrik Manggelum mengungsi ke Tanah Merah setelah gangguan keamanan dan dugaan aksi KKB di Boven Digoel.
Jadwal KRL Jogja–Solo Senin 8 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 14 perjalanan dengan tarif Rp8.000.