Advertisement
Sekolah Terdampak Tol, Siswa SDN Nglarang Tetap Belajar Aman
Potret pembangunan Tol Jogja-Solo di ring road barat tepatnya di Tikungan Ngawen dekat Simpang Kronggahan pada Senin (20/4/2026). - Harian Jogja // Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — Jaminan keselamatan siswa menjadi perhatian utama di tengah rencana pembongkaran sebagian ruang kelas SDN Nglarang yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan Sleman memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan aman dan kondusif.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, mulai dari pemasangan pembatas dan peredam di area pembongkaran hingga penyediaan masker bagi seluruh siswa. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak debu dan kebisingan selama proses pekerjaan berlangsung.
Advertisement
Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan relokasi sekolah ke lokasi baru yang berada di sisi utara jalur tol. Saat ini, proses pembangunan sekolah baru masih dalam tahap pengurusan administrasi dan koordinasi lintas instansi.
Mustadi memperkirakan pembangunan gedung baru akan memakan waktu sekitar empat hingga enam bulan. Selama masa transisi tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan di lokasi lama dengan penyesuaian ruang.
BACA JUGA
Pada tahap awal, tiga ruang kelas di bagian utara akan dibongkar setelah siswa menyelesaikan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pembongkaran ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur tol yang melintasi kawasan tersebut.
Untuk menjaga kenyamanan siswa, Disdik Sleman meminta pihak kontraktor menyediakan fasilitas pengaman berupa pembatas fisik di sekitar area proyek. Struktur pelindung ini diharapkan mampu mengurangi risiko paparan debu maupun potensi bahaya lain selama proses pembongkaran.
Sementara itu, kegiatan belajar untuk siswa yang terdampak akan dipindahkan ke aula sekolah. Berdasarkan hasil pengecekan, ruang aula dinilai cukup layak untuk digunakan sebagai ruang belajar sementara. Penataan ruang juga akan dibantu oleh pihak kontraktor agar tetap mendukung proses pembelajaran.
Pihak kontraktor dari proyek tol, yang berada di bawah koordinasi PT Adhi Karya, turut berkomitmen mendukung kebutuhan fasilitas selama masa relokasi. Salah satunya dengan menyediakan sarana sanitasi tambahan berupa toilet sementara untuk siswa dan guru.
Perwakilan proyek, Agung Murhandjanto, menyampaikan bahwa pembongkaran direncanakan berlangsung pada akhir April hingga awal Mei 2026, setelah seluruh rangkaian ujian siswa selesai.
Kesepakatan antara pihak sekolah dan wali murid pun telah dicapai, di mana mayoritas orang tua memilih anak-anak mereka tetap belajar di lokasi yang sama selama proses berlangsung. Dengan dukungan fasilitas pengaman, peredam, serta perlengkapan kesehatan, kegiatan belajar diharapkan tetap berjalan optimal.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan kontraktor untuk memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan peserta didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Wilayah di Jogja dan Sedayu Kena Pemadaman Listrik, Hari Ini
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Jadwal Pagi hingga Tengah Malam KRL Jogja Solo Tetap Padat
Advertisement
Advertisement








