Advertisement

Geopolitik Memanas, Ongkir Berpotensi Naik

Yosef Leon
Senin, 27 April 2026 - 12:27 WIB
Jumali
Geopolitik Memanas, Ongkir Berpotensi Naik Foto ilustrasi paket logistik. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memberi dampak berantai pada sektor logistik, termasuk pengiriman berbasis e-commerce. Meski belum berimbas langsung pada volume pengiriman dari DIY, pelaku industri mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi risiko ke depan.

Head of National Sales Ninja Xpress, Muhammad Yan Mallino, menyebut dampak konflik tidak hanya terasa pada distribusi, tetapi juga pada sektor pendukung seperti bahan baku.

Advertisement

“Kenaikan harga plastik saja sudah terasa. Di logistik, dampaknya terlihat dari sisi keamanan dan service level agreement (SLA),” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Perusahaan mulai mengantisipasi gangguan dengan menghindari jalur distribusi yang melintasi wilayah konflik. Jika diperlukan, pengiriman dialihkan ke rute alternatif yang lebih aman, meski berdampak pada kenaikan ongkos kirim.
“Kalau ada force majeure, kami edukasi seller untuk memindahkan jalur. Aman, tapi ada konsekuensi biaya,” katanya.

Saat ini, Ninja Xpress masih melayani pengiriman internasional ke Malaysia dan Singapura. Permintaan dari dua negara tersebut justru meningkat dan belum terdampak langsung oleh situasi geopolitik global.

Sementara itu, ekspansi ke kawasan Timur Tengah masih dilakukan secara hati-hati, meski potensi pasarnya dinilai besar.

Untuk memperluas jangkauan, Ninja Xpress menggandeng Lincah Id guna membuka layanan ke 43 negara tambahan di Timur Tengah dan Eropa. Dengan langkah ini, total negara tujuan pengiriman mencapai 45 negara.

Langkah ekspansi ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi UMKM Indonesia menembus pasar global. Produk fesyen masih menjadi andalan, diikuti makanan dan produk herbal yang mulai diminati pasar luar negeri.

mengungkapkan, kendala utama pelaku UMKM bukan pada permintaan, melainkan proses administrasi dan biaya ekspor.
“Permintaan besar, tapi UMKM sering terkendala administrasi dan biaya ekspor. Kami sederhanakan prosesnya, termasuk pajak dan pengiriman door to door,” jelasnya.

Head of Business Development Lincah Id, Raden Bayu Nurhadi Natawidjaya, menilai pasar internasional menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di DIY. Dengan sekitar 100.000 UMKM, sektor fesyen menjadi kontributor utama ekspor, khususnya ke Malaysia.

“Kolaborasi ini memperkuat ekosistem. Kami bantu UMKM dari sisi akses pasar dan pembinaan, sementara logistik ditangani mitra,” ujarnya.

Kondisi geopolitik global menjadi pengingat bahwa sektor logistik sangat rentan terhadap dinamika internasional. Namun dengan strategi mitigasi dan ekspansi pasar, peluang ekspor bagi UMKM DIY tetap terbuka lebar meski di tengah ketidakpastian global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Suhu Tembus 34C! Tangerang Raya Jadi Wilayah Terpanas Jabodetabek

Suhu Tembus 34C! Tangerang Raya Jadi Wilayah Terpanas Jabodetabek

News
| Senin, 27 April 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement