Advertisement

Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik

Sunartono
Kamis, 30 April 2026 - 22:42 WIB
Sunartono
Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik Pameran Sesabaga Jogja digelar di Bakmi Maju Tak Gentar, angkat isu lingkungan lewat 9 karya seni hingga 3 Mei 2026. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pameran seni rupa bertajuk Sesa Bhaga resmi digelar di Bakmi Maju Tak Gentar, Wirobrajan, Kota Jogja, menghadirkan eksplorasi visual mengenai isu lingkungan yang kian menyempit dan bergeser menjadi ruang-ruang personal.

Pameran ini memanfaatkan ruang kreatif alternatif yang memadukan konsep kuliner dan seni, sehingga menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung dalam menikmati karya seni rupa kontemporer.

Advertisement

Kurator pameran Sesa Bhaga, Ratih Candra Dewi, menjelaskan bahwa tema yang diangkat berangkat dari kegelisahan terhadap kondisi lingkungan yang terus berubah. Melalui karya-karya yang ditampilkan, pengunjung diajak untuk merefleksikan hubungan manusia dengan alam yang kian bergeser.

"Pameran kali ini mengangkat tentang lingkungan yang selama ini kita kenal sebagai milik bersama, tapi lama-kelamaan menjadi lebih pribadi atau partikular," ujar Ratih dalam pembukaan pameran Kamis (30/4/2026) malam.

Ragam Karya dan Pendekatan Visual

Pameran ini melibatkan lima seniman yang menghadirkan total sembilan karya dengan beragam pendekatan artistik. Teknik yang digunakan pun bervariasi, mulai dari seni lukis hingga eksplorasi fotografi cyanotype.

"Sembilan karya dari lima seniman ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi kita semua. Tidak hanya untuk melihat, tetapi juga mempertanyakan kembali hubungan kita dengan alam," tambah mahasiswa semester kedua tersebut. Pameran ini berlangsung selama empat hari, yakni 30 April hingga 3 Mei 2026.

Galeri di Gang Sempit yang Jadi Daya Tarik

Keunikan lain dari pameran ini terletak pada lokasinya yang berada di garasi dan pendopo rumah di gang sempit kawasan Wirobrajan. Ruang ini justru menghadirkan suasana intim dan khas Jogja yang dekat dengan masyarakat.

Pemilik galeri sekaligus pengelola Bakmi Maju Tak Gentar, Sella Ayu Saraswati, menilai keterbatasan ruang bukan hambatan, melainkan identitas yang memperkuat pengalaman artistik.

"Ada dua perspektif; bisa dianggap aksesnya susah, atau bisa dibilang ini hidden gem. Meskipun galerinya kecil dan sempit di gang, ini justru terasa sangat Jogja dan memasyarakatkan seni itu sendiri," ungkap Sela.

Galeri ini dirintis sejak awal tahun lalu sebagai ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin berkarya, termasuk para pemula. Keterlibatan mahasiswa semester dua dari jurusan Tata Kelola Seni ISI dalam pameran ini menjadi salah satu bukti komitmen tersebut.

Ruang Inklusif untuk Berkesenian

Sella menambahkan, galeri yang dikelolanya tidak hanya digunakan untuk pameran seni rupa, tetapi juga menjadi wadah berbagai komunitas untuk belajar dan berproses bersama. Beragam kegiatan seperti Sinau Jazz, Sinau K-Pop, hingga Sinau Keroncong rutin digelar di tempat ini.

"Seni itu hidup dari rakyat, sekecil apa pun ruangnya. Selama kita menyediakan ruang, pasti ada seni yang tumbuh di sana. Kami sangat ramah pemula agar siapa pun bisa memiliki sense of art," tutupnya. Ia menegaskan bahwa pameran Sesabaga Jogja menjadi bagian dari upaya memperluas akses seni sekaligus menghidupkan ruang kreatif berbasis komunitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pemerintah Terbitkan Permenaker 7/2026 Tentang Outsourcing, Ini Isinya

Pemerintah Terbitkan Permenaker 7/2026 Tentang Outsourcing, Ini Isinya

News
| Kamis, 30 April 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Wisata
| Kamis, 30 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement