Advertisement

Update Puting Beliung Sleman Rusak 20 Titik, Ngaglik Terparah

Catur Dwi Janati
Kamis, 30 April 2026 - 10:37 WIB
Sunartono
Update Puting Beliung Sleman Rusak 20 Titik, Ngaglik Terparah Dampak hujan dan angin kencang pada Rabu (29/4/2026). - Istimewa // BPBD Sleman

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras disertai angin puting beliung melanda Kabupaten Sleman, Rabu (29/4/2026) sore, menyebabkan puluhan kerusakan. Wilayah Kapanewon Ngaglik tercatat paling parah terdampak dengan dominasi kerusakan pada atap bangunan warga.

Berdasarkan data dari BPBD Sleman, peristiwa cuaca ekstrem ini tidak hanya terjadi di Ngaglik, tetapi juga berdampak pada Kapanewon Gamping dan Mlati. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyebut total ada puluhan titik kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang tersebut.

Advertisement

Di Kapanewon Ngaglik, tercatat 20 titik kerusakan dengan sebagian besar berupa atap rumah dan bangunan yang terlepas akibat terjangan angin. “Di Sedan, Sariharjo, hujan deras disertai angin puting beliung mengakibatkan atap rumah berterbangan,” terang Bambang.

Dari total kerusakan di Ngaglik, sebanyak 17 kasus berkaitan dengan kerusakan atap, mulai dari rumah tinggal, indekos, garasi, hingga kandang ternak. Di kawasan Jaban Kadirojo Kancilan, Sinduharjo, atap kandang kambing dan kelompok kandang sapi dilaporkan ikut terhempas angin.

Tak hanya itu, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang serta merusak fasilitas umum. Sebuah gazebo dilaporkan doyong di kawasan Jalan Palagan Tentara Pelajar, Mudal, Sariharjo. Selain itu, sebuah gudang mebel di Sariharjo roboh, sementara gubuk sawah di Sinduharjo rusak akibat terjangan angin.

“Di Jaban Kadirojo Kancilan, Sinduharjo, hujan deras disertai angin puting beliung mengakibatkan gubuk sawah rusak berterbangan,” terangnya.

Dampak serupa juga terjadi di Kapanewon Mlati dengan total lima titik kerusakan. Di Jalan Jambon, Kragilan, Sinduadi, pohon tumbang menimpa area parkir. Sementara di Gemawang, Sinduadi, atap warung makan dan warung sayur dilaporkan berterbangan akibat angin puting beliung.

“Di Jalan Tirta Marta, Gemawang, Sinduadi, Mlati, angin kencang puting beliung mengakibatkan atap warung sayur berterbangan,” lanjutnya.

Sementara itu, di Kapanewon Gamping tercatat tiga kejadian kerusakan. Di Nogotirto, pohon tumbang menimpa pagar makam dan rumah warga, serta menyebabkan atap rumah terlepas. Di kawasan Niten, Nogotirto, pohon tumbang juga dilaporkan menimpa bangunan rumah warga.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Sleman telah melakukan asesmen dampak di lokasi terdampak serta mendistribusikan bantuan logistik bagi warga yang membutuhkan, seiring upaya penanganan darurat yang masih berlangsung di sejumlah titik terdampak bencana angin puting beliung Sleman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BKKBN Buka Aduan Daycare, Imbas Kasus Jogja

BKKBN Buka Aduan Daycare, Imbas Kasus Jogja

News
| Kamis, 30 April 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement