Riset Fenomena Api Seyegan Rampung, BPBD Serahkan Hasil ke Keluarga
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Pemilik rumah, Mutfiana ditemui di rumahnya di Seyegan pada Senin (8/6/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Fenomena kemunculan api secara misterius di rumah warga Seyegan, Sleman, masih menjadi perhatian. Hingga hari ke-17 sejak pertama kali terjadi, api tercatat muncul sebanyak 113 kali. Demi menghindari kerugian yang lebih besar, penghuni rumah mulai mengevakuasi sebagian besar perabotan dan hanya menyisakan sekitar 15% barang di dalam rumah.
Penghuni rumah, Mutfiana, mengungkapkan frekuensi kemunculan api masih terjadi meski intensitasnya dinilai mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Menurut dia, berkurangnya intensitas kemunculan api diduga berkaitan dengan banyaknya pengunjung yang datang ke rumahnya dalam beberapa hari terakhir.
“Menurun karena banyak pengunjung, banyak tamu karena kan seperti yang sudah dikatakan bahwa gas oksigen itu rebutan dengan manusia. Kalau manusianya banyak yang datang, berarti intensitasnya turun,” kata Fia saat ditemui di kediamannya, Senin (8/6/2026).
Fenomena yang belum terpecahkan tersebut juga menarik perhatian kalangan akademisi dan peneliti. Fia menyebut tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mendatangi lokasi untuk melakukan penelitian.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan alat geoscanner guna mengidentifikasi kemungkinan penyebab fenomena tersebut. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan belum diketahui.
“Terbaru UGM mengeluarkan alat geoscan. Kalau alat kan belum tahu ya hasilnya seperti apa. Kita tunggu dulu hasilnya seperti apa,” ujarnya.
Fia berharap penelitian yang dilakukan dapat segera menemukan sumber permasalahan sehingga fenomena kemunculan api dapat berakhir.
“Iya, semoga segera selesai, segera ketemu titik masalahnya seperti apa,” katanya.
Kemunculan api terakhir dilaporkan terjadi pada Minggu (7/6/2026) malam. Saat itu, api membakar sebuah lemari di dalam rumah.
“Terakhir tadi malam, lemari yang terbakar. Semoga tidak akan muncul lagi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih luas, keluarga Mutfiana secara bertahap memindahkan berbagai perabotan rumah tangga ke luar rumah. Saat ini, sebagian besar barang telah dievakuasi.
“Iya sedikit-sedikit sudah kami pindah. Sudah hampir enggak ada. Paling hanya 15% dari isi rumah yang masih tinggal di dalam,” katanya.
Selain berharap fenomena tersebut segera terungkap, Fia juga meminta pendampingan dan bantuan dari pemerintah bagi keluarganya yang terdampak.
“Harapannya pemerintah membantu dan mendampingi. Ini fenomena alam yang terjadi, bukan sesuatu yang kami inginkan. Kami sekeluarga meminta bantuan dan pendampingan,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti kemunculan api di rumah warga Seyegan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh berbagai pihak. Warga dan keluarga berharap penelitian yang tengah dilakukan dapat segera memberikan jawaban atas fenomena yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Kanada dan Swiss berebut juara Grup B Piala Dunia 2026 di Vancouver. Tuan rumah kehilangan Ismael Kone akibat cedera patah kaki.
Pakar kesehatan seksual mengungkap beberapa variasi posisi intim yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan, kepuasan, dan keharmonisan pasangan.
Harga cabai rawit merah masih tinggi di Rp71.600 per kg, berikut daftar lengkap harga pangan nasional terbaru PIHPS Bank Indonesia.
CFMoto V4 SR-RR mencetak kecepatan 315,82 km/jam dan menjadi penantang baru superbike Jepang serta Eropa dengan mesin V4 997 cc bertenaga 210 HP.
Harga emas Antam turun menjadi Rp2,655 juta per gram, buyback ikut melemah di Rp2,372 juta per gram pada perdagangan terbaru.