Petani Gunungkidul Olah Lahan, Musim Hujan Diprediksi Desember

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 26 Oktober 2026 13:37 WIB
Petani Gunungkidul Olah Lahan, Musim Hujan Diprediksi Desember

Sukarni, petani di Padukuhan Gebang, Kalitekuk, Semin, mencangkul tanah untuk mengolah lahan sebagai persiapan masa tanam, Senin (26/10/2026). / Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di Kabupaten Gunungkidul mulai mengolah lahan untuk menyambut musim tanam meski hujan yang turun di sejumlah wilayah masih berupa gerimis. Mereka memilih menyiapkan tanah lebih awal sembari menunggu hujan dengan intensitas lebih tinggi agar penanaman dapat dilakukan.

Salah seorang petani di Padukuhan Gebang, Kalitekuk, Semin, Sukarni, mengatakan hujan gerimis mulai turun di wilayahnya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut disambut baik oleh petani karena memberikan harapan bahwa musim penghujan segera tiba.

“Beberapa hari lalu sudah gerimis. Mudah-mudahan intesitas hujan bisa terus meningkat sehingga bisa dimanfaatkan petani untuk bercocoktanam,” kata Sukarni, Senin (26/10/2026).

Meski demikian, Sukarni dan petani lainnya belum terburu-buru menanam. Mereka terlebih dahulu mengolah lahan secara manual menggunakan cangkul untuk menggemburkan tanah.

Pengolahan tersebut juga dilakukan untuk membantu memperlancar sirkulasi air dan nutrisi di dalam tanah. Selain itu, petani membersihkan gulma atau rerumputan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.

“Tentunya juga untuk membasmi gulma atau rerumputan yang dapat menggangu tanaman. Mudah-mudahan dengan pengolahan lahan ini bisa meningkatkan kesuburan tanah,” katanya.

Petani Tunggu Hujan Lebih Lebat

Sukarni mengatakan waktu penanaman akan menyesuaikan kondisi cuaca. Ia memilih menunggu hingga hujan turun secara lebih konsisten sebelum mulai menanam agar kondisi lahan mendukung pertumbuhan tanaman.

“Yang penting dipersiapkan lahannya terlebih dahulu. Nanti, kalau sudah benar-benar musim hujan baru mulai menanam,” kata dia.

Hal serupa disampaikan petani lainnya di Padukuhan Gebang, Suparno. Menurut dia, gerimis yang turun saat ini belum cukup untuk membuat tanah menjadi gembur sehingga lahan masih perlu diolah sebelum digunakan untuk bercocok tanam.

“Kita olah dulu biar lebih gembur. Kalau hujan sudah turun dengan intesitas yang lebat, maka bisa langsung ditanami,” katanya.

Suparno menjelaskan lahan yang digarapnya merupakan lahan milik kehutanan yang dikembangkan untuk budi daya nangka. Di sela-sela pohon nangka, petani diperbolehkan menanam sejumlah komoditas lain, yakni jagung, kacang tanah, dan padi.

“Tiga jenis tanaman ini yang boleh ditanam agar pohon Nangka bisa tetap tumbuh subur. Untuk luasan, per orang bisa menggarap hingga 1.600 meter persegi,” katanya.

Dinas Pertanian Minta Petani Siapkan Benih dan Pupuk

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan hujan mulai terpantau turun di wilayah Bumi Handayani. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan petani untuk mengolah tanah sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa tanam.

“Tanah diolah dulu untuk persiapan tanam agar bisa subur sehingga panennya bisa optimal,” katanya.

Selain menyiapkan lahan, Rismiyadi meminta petani mempersiapkan benih unggul dan pupuk yang diperlukan untuk pemeliharaan tanaman. Persiapan sejak dini diharapkan membantu petani memanfaatkan datangnya musim hujan ketika kondisi sudah memungkinkan untuk mulai menanam.

“Sekarang belum musim hujan, tapi hujan sudah mulai turun. Ini bisa dipergunakan untuk persiapan sebelum masa tanam tiba di awal musim penghujan pada Desember mendatang,” katanya.  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online