5 Anak dan Perempuan di Gunungkidul Jadi Korban Pelecehan Seksual

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Harian Jogja)
12 April 2018 09:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Hingga April 2018 tercatat lima kasus kekerasan dan pelecehan seksual dialami perempuan dan anak di Gunungkidul. Meski jumlahnya tidak banyak, tapi tetap perlu diwaspadai.

Data tersebut diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3KBPMD) Gunungkidul.

Adapun rinciannya yakni kekerasan psikis dua kasus, kekerasan fisik dua kasus dan pelecehan seksual satu kasus. Sementara untuk data tahunan yakni pada 2016 total 67 kasus dan 2017 berkurang jadi 32 kasus.

Kepala DP3KBPMD Gunungkidul, Sujoko menjelaskan kasus kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan dan anak ini dipengaruhi minimnya pendidikan seks masyarakat.

Selain itu perkembangan teknologi yang tidak bisa dibendung, sehingga banyak yang mengakses hal-hal negatif. "Memang di era seperti ini hal itu susah dibendung," ujarnya kepada Harianjogja.com, Rabu (11/4/2018).

Ia mengungkapkan kurangnya pengawasan dan kepedulian lingkungan juga menjadi faktor terjadinya kekerasan pada anak dan perempuan. "Pelecehan seksual seperti pencabulan memang masih ada terlebih di daerah terpencil," kata Sujoko.

Sujoko mengatakan  kasus kekerasan yang dialami oleh anak dan perempuan di Gunungkidul membuat sejumlah orang termasuk dari dinas terkait tergerak untuk melakukan berbagai upaya.

Salah satu kegiatan nyata yang telah dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan pembentukan lembaga-lembaga kemasyarakatan khusus anak dan perempuan. "Kami bersinergi dengan pihak lain seperti polisi, jadi untuk penanganan yang menempuh jalur hukum langsung ke mereka," katanya.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia