Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi simulasi bencana alam untuk tanggap bencana. (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, JOGJA-Pembentukan kampung siaga bencana (Katana) terus dilakukan Pemkot Jogja. Tahun ini, dari 15 Katana yang direncanakan, baru lima Katana yang dibentuk.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Agus Winarta mengatakan, kelima Katana yang dibentuk meliputi Kelurahan Bumijo, Kelurahan Prenggokusuman, Kelurahan Suryodiningratan, Kelurahan Warungboto, dan Kelurahan Sosromenduran.
Pengukuhan kelima Katana tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara pihak pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok yang peduli dalam pengurangan risiko bencana.
"Pengukuhan Katana ini sangat strategis khususnya bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Mereka akan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bencana,” katanya, Sabtu (12/5/2018).
Mantan Camat Umbulharjo itu menjelaskan, Katana dibentuk tidak sekadar memberi predikat kepada satu kelurahan semata, melainkan harus ada upaya-upaya yang terukur. Salah satunya masyarakat yang sudah sadar bencana melalui beberapa proses kegiatan. Mulai dari kajian, sosialisasi kebencanaan, pembuatan peta bahaya, peta jalur evakuasi, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), pelatihan teknis hingga simulasi bencana.
"Warga harus paham apa yang perlu dikerjakan ketika bencana datang. Mereka juga bisa mengetahui cara menghadapi ketika datang bencana," katanya.
Jogja mulai membentuk kampung tangguh bencana sejak 2013. Saat itu sebanyak 10 kampung dibentuk sebagai percontohan. Setahun kemudian pada 2014 dibentuk 20 kampung dan 25 kampung pada 2015.
"Hingga kini, kami sudah membentuk 75 Katana. Tahun ini kami akan tambah 15 Katana baru sehingga nantinya semua kelurahan sudah berstatus sebagai Katana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.