Satpol PP Kulonprogo Ditugasi Bujuk Warga Penolak Bandara

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sweater hitam, berkacamata, berpeci saat menemui warga penolak NYIA, Selasa (17/4/2018) malam. - ist
15 Mei 2018 08:50 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulonprogo akan kedapatan tugas melakukan negosiasi dan pendekatan persuasif, dalam agenda pengosongan dan relokasi warga penolak New Yogyakarta International Airport (NYIA) dari lahan Izin Penetapan Lokasi (IPL) bandara baru.

Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran mengungkapkan selain melakukan negosiasi, SatPol PP berperan sebagai sukarelawan yang akan membantu warga memindahkan perabotan rumah mereka.

Saat ini, total ada 115 personel Sat Pol PP yang disebut akan berpartisipasi dalam mengamankan kegiatan pengosongan, terdiri dari 40 personel Satpol PP Kulonprogo, sisanya merupakan gabungan dari Satpol PP DIY dan Kabupaten Bantul.

Kendati demikian, jumlah itu bisa saja mengalami perubahan, mengingat belum ada kesimpulan dari hasil koordinasi bersama pihak terkait. Begitu juga perihal teknis dan jadwal pengosongan. Ia menjelaskan, setelah adanya koordinasi lanjut, maka dilanjutkan pembahasan teknis dan simulasi (gladi) pengamanan pengosongan.

"Sekarang belum bisa memberikan informasi lebih jauh. Tapi, kalau melihat puasa tinggal beberapa hari lagi, saya kira tidak mungkin dilakukan dalam hari-hari ini," kata Sumiran, Senin (14/5/2018).

Wakapolres Kulonprogo, Komisaris Polisi Dedy Suryadharma menuturkan hal senada. Kepolisian Resor Kulonprogo masih menunggu adanya koordinasi bersama Angkasa Pura I dan Pemkab Kulonprogo untuk melakukan pengamanan tersebut. Polres Kulonprogo hanya akan bergerak, apabila ada permohonan pengamanan kegiatan dari pemrakarsa pembangunan NYIA.

"Sejauh ini memang belum ada permintaan," kata dia. 

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia