Siswa Terlibat Klithih, Siap-siap Saja Dikeluarkan dari Sekolah

Ilustrasi kekerasan fisik. - JIBI
12 Juni 2018 12:20 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Adanya kejadian klithih di Jogja beberapa hari terakhir, membuat pihak sekolah di Gunungkidul lebih protektif terhadap siswa. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mengancam memberi sanksi kepada para pelajar jika berani melakukan aksi tersebut, bahkan jika perlu siswa yang terlibat klithih harus dikeluarkan dari sekolah.

Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan tidak akan menoleransi siswa yang terlibat aksi klithih. Sejumlah sanksi mulai dari skrosing, tinggal kelas hingga dikeluarkan dari sekolah akan diberikan. “Kami tidak akan segan-segan mengeluarkan mereka dari sekolah,” tegasnya, Selasa (22/6/2018).

Namun, jika siswa bersangkutan telah masuk penjara, dia memastikan hak mereka untuk mendapat pendidikan tetap diberikan. Hal itu diemplementasikan dengan memberi fasilitas program Kejar Paket C.

Guna mengantisipasi tindakan kriminal oleh pelajar, Disdikpora Gunungkidul getol berkoordinasi dengan orang tua siswa. Menurut Bahron peran orang tua penting, terutama pada musim libur panjang ini di mana sekolah tidak bisa melakukan pengawasan terhadap aktivitas siswa. Atas hal itu Bahron meminta orang tua untuk tetap lakukan pengawasan dan pendampingan serta memberikan anak kegiatan yang positif.

"Ini agar anak terhindar dari tindakan-tindakan di luar norma."

Adplus Tokopedia