Ratusan Bacaleg Gunungkidul Tes Kesehatan, Dokter Periksa Kejiwaan Hingga Masalah Seksual

Puluhan bacaleg mengikuti tes psikologi dalam tahapan tes kesehatan di RSUD Wonosari, Jumat (6/7/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
07 Juli 2018 10:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sejumlah bakal calon legislatif (bacaleg) dari berbagai partai politik yang akan mengikuti Pemilu 2019 di wilayah Gunungkidul telah lakukan tes kesehatan di RSUD Wonosari.

Staff Pelayanan Medis RSUD Wonosari Asih Yuliani mengatakan, sejak tes dibuka pada 30 Mei hingga Jumat (6/7/2018) sejumlah partai yang telah melakukan tes kesehatan meliputi PDIP sebanyak 43 bacaleg, Demokrat 39, Perindo 15 dan PAN 45 bacaleg.

Sementara, untuk Partai Golkar dari 35 bacaleg yang didaftarkan baru 25 yang sudah lakukan tes kesehatan. Adapun untuk partai lain akan melakukan tes kesehatan pada beberapa hari kedepan.

"Semuanya [partai lain] sudah dijadwal, yang pasti sebelum tanggal 17 Juli karena sudah harus mengumpulkan berkas ke KPUD Gunungkidul," katanya, Jumat (6/7/2018).

Asih menjelaskan, seluruh partai yang telah melakukan tes kesehatan melalui mekanisme kolektif. Pasalnya hingga Jumat belum ditemui adanya bacaleg yang secara mandiri lakukan tes kesehatan.

Adapun tes kesehatan yang dibuka sejak tanggal 30 Mei hingga sebelum 17 Juli itu meliputi beberapa tahapan. Tes fisik yang meliputi bebas narkoba dan psikotes menjadi salah satunya.

RSUD Wonosari sendiri membentuk satu tim dokter berjumlah lima orang. Tim itu terbagi dari dokter poli jiwa, dokter kesehatan dan dokter laborat. "Yang mengampu tim dokter psikolog yakni dokter Ida Rochmawati," kata Asih.

Asih mengungkapkan sampai hari ini semua bacaleg dinyatakan lulus tes kesehatan. "Tes dilakukan mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Hasilnya diumumkan satu hari setelah pemeriksaan," ucapnya.

Ketua Tim Pemeriksaan Tes Kesehatan Caleg dokter Ida Rochmawati mengatakan, pemeriksaan kesehatan hasil akhirnya berupa surat keterangan sehat jasmani maupun rohani sebagai syarat mencalonkan diri sebagai caleg.

“Terdiri dari tes wawancara, tes urine dan MMPI,” kata Ida.

MMPI adalah tes psikologi yang digunakan untuk proses diagnosa gangguan jiwa seperti gangguan anti sosial, gangguan seksual, gangguan depresi, kehohongan, dan sebagainya, Untuk tes kesehatan jiwa diawali dengan wawancara bertujuan untuk menilai status psikiatri, fungsi kongnitif.

“Untuk menilai personality dan kapasitas diri. Hasilnya berupa surat keterangan sehat jiwa dan bebas napza,” ucapnya.

Sementara itu Sekretaris DPD PAN Gunungkidul, Anwarudin mengatakan seluruh bacaleg dari partainya telah lakukan tes kesehatan dan rencannya akan mengumpulkan berkas ke KPUD Gunungkidul pada 12 Juli mendatang. "Sesuai nomor urut, kami ajukan tanggal segitu [12 Juli]," jelasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP, Gunungkidul, Endah Subekti mengatakan semua Bacaleg sudah lengkap, namun untuk mekanisme pendaftaran akan diatur DPP untuk mendaftar secara bersama-sama.

“Kami total yang ikut test ada 45 artinya semua Dapil 100%, kuota perempuan semua terpenuhi. Semua kelengkapan Bacaleg dan syarat-syarat sudah kami kirim ke DPP semua, tinggal menunggu DPP, karena akan mendaftar secara serentak,” katanya.