Advertisement

Tinggi Ombak sampai 3 Meter, Nelayan Sadeng Nekat Melaut

Herlambang Jati Kusumo
Jum'at, 06 Juli 2018 - 16:20 WIB
Arief Junianto
Tinggi Ombak sampai 3 Meter, Nelayan Sadeng Nekat Melaut Ilustrasi Suasana Pantai Baron. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan nelayan pantai Sadeng di Desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul nekat melaut meski gelombang masih tinggi. Pasalnya saat ini di perairan selatan Gunungkidul tengah panen ikan tongkol.

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Sadeng Mina Raharja, Sarpan mengatakan hampir semua nelayan tetap melaut, karena terpaksa untuk menyambung hidup. “Ya nekat melaut saja, terpenting hati-hati saja, karena memang baru tinggi gelombangnya menurut BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika),” ujar dia, Jumat (6/7/2018)

Advertisement

Dia mengatakan tinggi gelombang saat ini mencapai kisaran tiga meter hingga lima meter. Meski begitu, gelombang tinggi diakui dia tidak begitu berpengaruh pada hasil tangkapan nelayan.

Rata-rata tangkapan nelayan untuk kapal jukung sekali melaut bisa mendapat 50 kilogram sampai 3 kuiintal. “Baru musim tongkol kalau ini, ya kalau harganya masih normal juga Rp12.000 per kilogram sampai Rp15.000 per kilogram,” katanya.

Lain halnya dengan nelayan di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidu. Menurut Koordinator SAR Satlinmas Korwil II, Marjono mengatakan saat ini para nelayan memilih tidak melaut. “Mereka [nelayan] tidak ada yang melaut. Tadi sudah mulai menaikkan kapal sebagai antisipasi kenaikan gelombang. Kami juga imbau wisatawan untuk selalu berhati-hati, karena masih ramai juga ini,” katanya.

Kepala kelompok data dan informasi, BMKG DIY, Djoko Budiyono mengatakan kenaikan gelombang diprediksi akan berlangsung selama tiga hari kedepan. “Beberapa hari ini tinggi gelombangnya, kurang lebih tiga hari kedepan kondisinya kedepan masih sama. Nanti kami update terus setiap harinya,” ujar Djoko.

Dia mengatakan tinggi gelombang laut 2,5 meterhingga 3,5 meter dan pada Sabtu (7/7/2018) diprediksi mencapai sekitar empat meter. Tingginya gelombang tersebut menurut dia disebabkan adanya peningkatan kecepatan angin di Samudera Hindia selatan Jawa.

Kecepatan angin tersebut berkisar antara 15-25 knot atau 27-46 kilometer per jam. Angin yang cukup kencang ini memicu gelombang tinggi. Ketinggiannya bisa mencapai lebih dari empat meter,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang

News
| Sabtu, 04 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement