Warga Langsung Curiga pada Terduga Teroris di Sleman karena Istri Bercadar

Seorang awak media mengambil gambar rumah yang telah dipasang garis polisi di Dusun Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman. Rumah tersebut ditinggali keluarga SFH yang diamankan oleh Densus 88, pada Rabu (11/7/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
12 Juli 2018 07:17 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (11/7/2018) sudah dicurigai warga setempat.

Ketua RT5/35 Dusun Bedingin Wetan, Sumarjono mengatakan, penangkapan warganya itu terjadi sekitar 09.00 WIB. Dirinya dikabari Densus 88 Antiteror saat sudah terjadi penangkapan.

Ia mengatakan, diminta Densus 88 turut menyaksikan penggeledehan rumah terduga teroris pada Rabu siang, sekitar pukul 10.00 WIB.

”Terduga teroris yang ditangkap itu bukan warga asli desa ini. Dia mengontrak sudah hampir lima bulan, terhitung sejak bulan Februari 2018. SF dan istrinya SS sehari-hari menjual bakso tusuk dan martabak,” tutur Sumarjono.

Saat mulai mengontrak rumah tersebut, Sumarjono sempat mencurigai SF dan SS. Alasannya, karena SS istri SF menggunakan cadar.

"Curiga pernah, sebatas curiga saja. Rumahnya terbuka, setiap saya ke sana pintu rumah selalu dibuka," ujarnya.

Hal sama juga dirasakan oleh Doni, tetangga seberang jalan SF. Doni sempat curiga terhadap keluarga tersebut, karena sang istri terbilang sosok yang tertutup.

"Awalnya curiga, istrinya yang pakai cadar," kata Doni.

Sumber : suara.com