DPR Bahas RUU Perampasan Aset di Tengah Demo 27 Agustus
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Seorang awak media mengambil gambar rumah yang telah dipasang garis polisi di Dusun Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman. Rumah tersebut ditinggali keluarga SFH yang diamankan oleh Densus 88, pada Rabu (11/7/2018). /Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, SLEMAN- Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (11/7/2018) sudah dicurigai warga setempat.
Ketua RT5/35 Dusun Bedingin Wetan, Sumarjono mengatakan, penangkapan warganya itu terjadi sekitar 09.00 WIB. Dirinya dikabari Densus 88 Antiteror saat sudah terjadi penangkapan.
Ia mengatakan, diminta Densus 88 turut menyaksikan penggeledehan rumah terduga teroris pada Rabu siang, sekitar pukul 10.00 WIB.
”Terduga teroris yang ditangkap itu bukan warga asli desa ini. Dia mengontrak sudah hampir lima bulan, terhitung sejak bulan Februari 2018. SF dan istrinya SS sehari-hari menjual bakso tusuk dan martabak,” tutur Sumarjono.
Saat mulai mengontrak rumah tersebut, Sumarjono sempat mencurigai SF dan SS. Alasannya, karena SS istri SF menggunakan cadar.
"Curiga pernah, sebatas curiga saja. Rumahnya terbuka, setiap saya ke sana pintu rumah selalu dibuka," ujarnya.
Hal sama juga dirasakan oleh Doni, tetangga seberang jalan SF. Doni sempat curiga terhadap keluarga tersebut, karena sang istri terbilang sosok yang tertutup.
"Awalnya curiga, istrinya yang pakai cadar," kata Doni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
WNA Tiongkok KW diamankan Imigrasi Kulonprogo setelah kedapatan mencuri kartu kredit penumpang di pesawat Citilink dari YIA.
BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Kebakaran di Aljazair menewaskan 12 orang. Sebanyak 118 dari 182 kebakaran berhasil dipadamkan, sementara api lainnya masih ditangani.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.