Terduga Teroris di Sleman sudah Lama Dipantau, tapi Tak Boleh Diusir

Seorang awak media mengambil gambar rumah yang telah dipasang garis polisi di Dusun Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati. Rumah tersebut ditinggali keluarga SFH yang diamankan oleh Densus 88, pada Rabu (11/7/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
11 Juli 2018 14:51 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 di Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati pada Rabu (11/7/2018) pagi sudah lama dipantau petugas.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua RT 05/35 Dusun Bedingin Wetan, Sumarjono. Berdasarkan informasi yang dia terima, keluarga SFH memang merupakan salah satu orang yang terpantau oleh petugas.

Suami istri yakni SFH, 45, dan SS, 42, yang memiliki tiga empat orang anak sudah diamankan.

"Pesan dari petugas agar jangan diusir dan diperlakukan dengan baik. Saya sering ajak ngobrol dan datangi," kata Sumarjono yang merupakan purnawirawan polisi ini.

Dia sempat kaget saat diminta petugas untuk menyaksikan penggeledahan rumah. Pasalnya ia tidak diberitahu penggeledahan yang dilakukan ini berkaitan dengan kasus apa.

"Hanya saya yang diperbolehkan masuk [rumah] menyaksikan. Dari yang saya lihat yang dibawa itu ada kardus berisi buku dan kertas foto copy. Terus ada laptop, satu ponsel kecil, pedang, pisau sangkur, dan busur serta anak panah. Pedang, pisau, sama panah ditemukan di samping timur rumah. Selain itu juga mobil satu dan motor satu," jelasnya.

Sementara itu, Ridwan Dwi Utomo, 22 yang tinggal persis di samping rumah yang digeledah tersebut mengaku juga sempat menyaksikan penggedahan. Namun ia kemudian diminta petugas polisi bersebo yang berada di lokasi untuk kembali ke rumah.

"Tadi banyak Densus-nya. Saya keluar [rumah] langsung ditanyain keperluannya apa, kalau tidak ada keperluan silahkan masuk rumah dan jangan terlalu dekat di sini," katanya.