Siswa Korban Blank Spot Bisa Perebutkan 9 Kursi Masuk SMP Negeri

Ilustrasi PPDB. - JIBI
20 Juli 2018 13:50 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Pendidikan Kota Jogja memberikan solusi bagi siswa korban blank spot. Siswa korban blank spot akan memperebutkan sembilan kursi kosong di SMP Negeri Kota Jogja dengan sistem offline dalam waktu satu hari saja yaitu Senin (23/7/2018).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana mengatakan sebelumnya kebijakan diskresi untuk pengisian kursi kosong di seluruh SMP Negeri Kota Jogja belum dilakukan karena tidak adanya payung hukum. Namun saat ini pihaknya telah diberi mandat oleh Wali kota Jogja untuk mengatasi persoalan blank spot berdasarkan saran Sekretariat Bersama Pos Pengaduan PPDB 2018 terkait pengisian kursi kosong tersebut.

"Berdasar pendataan saat ini ada sembilan kursi kosong di SMP negeri di Kota. Ini akan kami isi dengan mekanisme baru. Tetapi ini bukan PPDB ya, PPDB sudah closed," kata Edy seusai berunding dengan Sekretariat Bersama Pos Pengaduan PPDB 2018 di Dinas Pendidikan Kota Jogja, Jumat (20/7/2018).

Edy mengatakan masyarakat Kota Jogja yang pernah mendaftar di SMP Negeri tetapi tidak diterima dan masyarakat yang belum mengikuti daftar ulang di SMP Negeri boleh mengisi kursi kosong tersebut. Siswa korban blank spot yang hendak mendaftar wajib membawa bukti verifikasi pendaftaran di SMP Negeri dan membawa bukti NEM asli supaya dapat diketahui bahwa siswa tersebut belum mengikuti daftar ulang di SMP Negeri manapun.

"Hanya hari senin [pendaftaran kami layani offline di gedung heritage Dinas Pendidikan Kota Jogja. Mulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB akan dimulai pendaftaran dan verifikasinya, satu jam kami olah data, pukul 13.00 WIB akan langsung kami umumkan hasilnya di web Disdik Kota. Nanti Ombudsman juga akan mengawal prosesnya," kata Edy.

Edy mengatakan sebelumnya pihaknya telah mengumpulkan kepala sekolah yang memiliki kursi kosong untuk menyebarkan pengumuman tersebut dan juga pembuatan formulir pendaftaran. Dalam formulir tersebut tertera bahwa mekanisme penerimaan siswa akan tetap berdasar pada jarak murni. Siswa yang paling dekat dengan sekolah pilihan akan diutamakan dan nilai tidak menjadi pertimbangan.

Edy mengatakan jumlah rincian kursi kosong dan posisi sekolah akan ditampilkan di web Dinas Pendidikan Kota Jogja sore ini. "SMP 3 ada 3, SMP 5 ada 2, SMP 13 ada satu, SMP 11 ada satu, sisanya lupa. Nanti kita tampilkan di web disdik," kata Edy.

Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY Budhi Masthuri mengatakan kecil kemungkinan anak jarak terdekat di suatu sekolah akan diterima. Budhi optimistis siswa dengan jarak terjauh dapat diterima. "Karena yang dekat sudah keterima duluan kemarin. Saya sudah konfirmasi, untuk diskresi ini murni tidak pakai nilai, jadi kami bisa terima. Risikonya pasti akan ada yang tidak dapat kursi, itu tantangannya. Mari kita kawal bersama-sama agar diskresi berjalan lancar," kata Budhi.

Budhi mengatakan mulai siang ini pihaknya akan menyebarluaskan informasi tersebut kepada korban blankspot. Namun karena data pasti siswa blankspot belum tercatat, Budhi mengatakan pihaknya akan secepatnya memberitahu dua pelapor awal, Rina Rahmawati dan Septiana Dewi, warga Pandeyan, untuk ikut menyebarluaskan kebijakan tersebut.

 

Ad Tokopedia