Partisipasi Peserta Asing di Lomba Layang-Layang Parangkusumo Terus Ditingkatkan

Bupati Bantul Suharsono (tiga kanan) bersama rombongan saat menerbangkan layang-layang dalam Lomba Layang-Layang di Pantai Parangkusumo, Minggu (29/7/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
30 Juli 2018 08:17 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Pemerintah DIY akan terus berupaya meningkatkan kualitas lomba layang-layang yang diselenggarakan di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul. Diharapkan dengan peningkatan ini dapat menarik minat wisatawan lebih banyak lagi.

Ketua Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta mengatakan, penyelenggaraan lomba layang-layang sudah dimulai sejak 2007 lalu. Namun untuk keterlibatan Perkumpulan Pekarya Layang-Layang Indonesia (Perkalin) baru dirintis sejak 2012 lalu.

“Sebelumnya hanya melibatkan layang-layang tradisional dan komunitas lokal, tapi sekarang sudah menjadi even nasional bahkan menuju internasional,” kata Aris kepada Harianjogja.com, Minggu (29/7/2018).

Menurut dia, kualitas lomba yang diselenggarakan setiap tahun terus meningkat. Dari sisi jumlah peserta juga bertambah, bahkan melibatkan peserta dari mancanegara.

“Kalau tahun lalu hanya 45 peserta, tapi sekarang [kemarin] ada 56 peserta, yang dua diantaranya berasal dari Malaysia dan India,” tuturnya.

Sayangnya, sambung Aris, di penyelenggaran pada tahun ini masih ada kendala karena peserta asing yang dijadwalkan diiukti oleh lima Negara batal. Hal ini terjadi karena tiga Negara, yakni Pakistaan, Singapura dan Thailand batal berpartisipasi karena mendengar berita tentang gelombang tinggi di Pantai Selatan Jawa.

“Jadi yang hadir hanya dua. Tapi bukan masalah, karena kami akan terus berbenah sehingga even layang-layang di Bantul jadi kelas bertaraf internasional,” imbunhnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, pihaknya siap mendukung Pemerintah DIY untuk mengembangkan festival layang-layang ke taraf internasional. Menurut dia, pengembangan ini sejalan dengan program pemkab untuk menjadikan pariwisata Bantul go internasional.

“Kita akan dukung karena dampaknya akan dirasakan terhadap pengembangan pariwisata di Bantul,” katanya.

Kwintarto mengungkapkanm, untuk penyelenggaraan tahun ini sudah berjalan sukses. Kendati demikian, tetap akan dilakukan evaluasi agar pelaksanaan ke depan lebih baik dari sisi kualitas maupun jumlah pesertanya. “Yang jelas, ini sudah menjadi daya tarik bagi wisatawan. Saya yakin, kalau kualitas lomba semakin ditingkatkan maka wisatawan yang datang akan lebih banyak lagi,” katanya.

Di dalam lomba layang-layang ini, Dinas Pariwisata DIY melombakan enam kategori lomba dengan total hadiah mencapai Rp87 juta.