Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Petugas BPBD Gunungkidul menunjukkan bekas puing-puing EWS yang hancur di Pantai Sepanjang. /Ist-dokumentasi BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Jumlah peranti Early Warning System (EWS) tsunami yang terpasang di sepanjang pantai Gunungkidul dinilai masih kurang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan EWS tsunami yang saat ini terpasang sebanyak tujuh EWS. Menurutnya jumlah tersebut masih kurang dan perlu ada penambahan.
"Idealnya kami harus memiliki 10 EWS, tapi memang dana untuk pengadaan itu besar jadi masih jadi kendala, yang sekarang aja bisa mencapai 1 miliar, kalau ditambah lagi APBD kita belum cukup," kata Edy di kantornya, Jumat (3/8/2018).
Adapun salah satu alasan perlunya 10 EWS itu lantaran saban tahun jumlah pantai yang muncul sebagai obyek wisata di Gunungkidul terus bertambah. Hal ini berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan. Sehingga perlu adanya peringatan dini jika nanti terjadi kemungkinan tsunami.
Edy mengungkapkan jika nanti ada realisasi penambahan EWS dimungkinkan akan dipasang di wilayah Pantai Indrayanti hingga Sadranan. Tidak hanya itu wilayah Pantai Krakal juga turut dipasangi EWS.
"Tapi itu masih perlu analisis mendalam, kami harus memetakan kepadatan penduduk sekitar dan ramainya wisatawan," jelas Edy.
Adapun wacana penambahan EWS itu masih belum menjadi prioritas BPBD Gunungkidul. Pasalnya saat ini BPBD masih menunggu tanggapan dari BNPB terkait penggantian EWS yang hilang dan rusak akibat terjangan ombak beberapa waktu lalu.
Tercatat tiga dari tujuh EWS yang terpasang di Pantai Drini, Wediombo dan Siung hilang. Adapun, lainnya yang berada di Pantai Sundak, Sepanjang, Ngrenehan, dan Kukup saat ini dalam kondisi rusak, sehingga memerlukan perbaikan.
"Sisanya yang rusak itu karena selain terjangan ombak kemarin, juga lantaran korosi air laut," kata Edy.
Koordinator Sarsatlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono sebelumnya mengatakan akibat dari hilang dan rusaknya EWS ini diakuinya kinerja tim sar lebih berat.
Pasalnya saat ada EWS maka peringatan ancaman bencana tsunami bisa segera diketahui tim sar. "Kalau sekarang agak lebih susah," kata dia.
Selain itu Marjono berharap dalam rencana pengadaan EWS nanti ada penambahan. Sebab sepanjang 73 km dengan 37 titik pantai di Gunungkidul baru ada tujuh. Menurutnya jumlah ini masih kurang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.