Hewan Ternak yang Masuk ke DIY Harus Dilengkapi Dokumen

Pedagang hewan kurban Sumaryanto sedang memberi makan kambingnya di lokasi ia berjualan Jalan KRT Pringgodiningrat, Dusun Drono, Desa Tridadi, Sleman pada Selasa (7/8/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
09 Agustus 2018 10:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian DIY Anung Endah Suwasti mengatakan apabila ada hewan kurban dari luar daerah, maka akan dilakukan pengecekan dokumen.

"Di pos lalu lintas itu kita cek kelengkapan dukmen SKKhnya," kata Anung pada Rabu (8/8/2018).

Anung mengatakan dari hasil pantauan, banyak dari para pedagang yang menjual hewan kurban di Sleman sudah membawa SKKH. "Kita monitoring agar pemeriksaannya lebih ketat," ujar Anung.

Ia mengatakan pihaknya mengantisipasi adanya hewan kurban yang berpenyakit, seperti terkena cacing hati ataupun anthrax. Menurutnya, hewan kurban yang sehat bisa dilihat dari mata yang cerah tidak kemerahan, bulunya halus, jalannya normal, tidak pincang.

Sementara itu, pedagang hewan kurban dari luar Sleman sudah mulai datang berjualan di Sleman. Pedagang kambing dari Temanggung Sumaryanto mengatakan sudah sekitar seminggu lalu ia berjualan kambing di Jalan KRT Pringgodiningrat, Dusun Drono, Desa Tridadi, Sleman. Ia rutin berjualan tiap tahunnya di Sleman.

Menurut Sumaryanto ramainya penjualan akan terjadi di seminggu sebelum iduladha. Ia menyetok 30 ekor kambing dari Temanggung, dan selama seminggu ini sudah laku lima ekor.

"Beda dengan tahun lalu, sekarang stoknya dikurangi, karena diperkirakan penjualan akan turun, masyarakat juga banyak yang sudah mengeluarkan uang buat sekolah," katanya. Tahun lalu ia menyetok 40 kambing.

Ia mengaku belum ada pemeriksaan yang dilakukan oleh dinas terkait. Namun, ia berinisiatif mengecek kesehatan dan ada satu kambingnya yang tidak jadi ia jual karena sakit. Harga satu ekor kambing berkisar dari Rp2 juta sampai Rp3,5 juta.