Baznas Tanggap Bencana Bantu Korban Gempa Lombok

Aksi Baznas Tanggap Bencana ketika membantu korban gempa Lombok. - Ist/Baznas
11 Agustus 2018 23:17 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Bencana alam gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang berkepanjangan.

Hingga Rabu dini hari (8/8/2018) tercatat 381 orang meninggal dunia akibat gempa yang tersebar di lima kabupaten, sebanyak 1.033 orang luka-luka dan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan. Lebih dari 270.000 warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempabumi.

Badan Amil Zakat Nasional (Basnaz) Tanggap Bencana, langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan giat penanganan dan melakukan assessment kebutuhan dari hari minggu saat kejadian hingga hari ini, daerah yang mengalami dampak terparah adalah Kabupaten Lombok Utara. Pasca-terjadinya gempa, kondisi dilokasi terdampak bencana gelap gulita karena aliran listrik dan akses jembatan juga terputus.

“Penyisiran dan Evakuasi korban terus diupayakan, pendirian posko dan pendistribusian bantuan masih sangat dibutuhkan karena sampaai saat ini gempa susulan masih terus dirasakan. Trauma Healing kepada anak-anak juga dilakukan oleh Tim di barak-barak pengungsian yang ada. Mohon doanya," ujar salah satu tim Baznas Tanggap Bencana DIY yang berada di lokasi bencana seperti dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (11/8/2018).

Baznas Daerah Istimewa Yogyakarta melalui BTB DIY mengerahkan tim untuk membantu penanganan bencana secara langsung ke lokasi sekaligus menyalurkan bantuan yang dititipkan oleh para Donatur kepada mereka para korban yang terdampak. Sampai hari kamis (09/08/2018) tercatat Tim dari Baznas ada 20 personel yang berasal dari BTB RI, BTB DIY, RSB Yogyakarta dan RSB Sidoharjo.

Kegiatan yang dilakukan adalah melanjutkan evakuasi dan penyisiran, melakukan bantuan medis, membuat rumah sakit lapangan, membuat tenda-tenda pengungsian, memberikan trauma healing kepada anak-anak, dan berkoordinasi dengan aparat setempat terkait pengadaan kebutuhan mendesak yang diperlukan seperti air bersih, bahan makanan, pakaian dan lain sebagainya.

“Fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar oleh para petugas. Baznas mengambil peran penting sebagai lembaga Pemerintah non struktural untuk pelayanan kebencanaan dalam bentuk Rumah Sakit Lapangan.Untuk membangun Rumah Sakit Lapangan tersebut, Baznas mengerahkan enam dokter dan tujuh orang perawat serta belasan tenaga rescue untuk membantu masyarakat mendapatkan perawatan medis. Lokasi dipilih karena berada di area perbukitan yang jauh dari Posko Induk, dimana hampir seluruh rumah mangalami kerusakan. Selain Rumah Sakit Lapangan, Baznas juga akan mendirikan tenda pengungsi lengkap dengan dapur umum,” ujar Emmy Hamidiyah salah satu anggota Baznas.

Penanganan darurat terus dilakukan oleh seluruh relawan yang berada dilokasi terdampak bencana. Pembagian ribuan porsi makanan, ratusan paket hygiene kits, distribusi logistik seperti beras, selimut, tikar, tenda dan kebutuhan mendasar lainnya dirasakan masih sangat-sangat kurang.