Wow, Pantai Baron Kini Tambah Cantik Setelah Dihantam Gelombang Tinggi

Kondisi Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018). - Istimewa
12 Agustus 2018 15:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ada yang beda dengan Pantai Baron saat ini. Jika sebelumnya pantai yang berlokasi di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul itu terbelah oleh sungai yang arusnya kerap membahayakan pengunjung, kini aliran sungai langsung lurus ke laut. "Selama tiga tahun terakhir Pantai Baron terbelah oleh sungai. Tapi sekarang sudah tidak lagi, sebab sungai mengalir lurus ke arah selatan tidak lagi ke timur,” kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II, Marjono, Sabtu (11/8/2018).

Hal itu, diakui Marjono merupakan dampak dari abrasi yang ditimbulkan oleh gelombang tinggi akhir bulan lalu. Dengan daratan yang lebih luas wisatawan lebih leluasa menikmati pantai. "Meski aliran sungai sedalam lima meter hilang tertutup ombak, tetapi pihaknya tetap mengimbau untuk selalu waspada," kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar), Gunungkidul Asti Wijayanti menilai kondisi Pantai Baron saat ini akan semakin menarik wisatawan. Baron yang menurutnya masih mengandalkan wisata kuliner khas pantai semakin memiliki daya tarik pantai yang indah.

Namun yang menjadi perhatian pihaknya, dengan munculnya luasan daratan pasir Baron yang luas akan memicu munculnya lapak payung atau tikar dari para pelaku usaha di sekitar pantai.
Untuk itu ia mengimbau agar para pelaku usaha wisata penyewaan payung dan tikar tidak menggelar lapak terlebih dahulu sebelum adanya wisatawan yang menyewa. Sebab ada kekhawatiran wisatawan akan enggan bermain di area pantai.
“Pengalaman seperti di Pantai Krakal yang sempat viral itu, kami mengimbau jangan dipasang dulu sebelum ada yang memesan. Nanti [pantai] terkesan penuh sesak dan mempersempit ruang gerak wisatawan. Buntutnya nanti wisatawan malas dan kapok untuk datang lagi,” kata Asti.

Saat ini, diakui Asti wisatawan sudah dapat menikmati suasana pantai lagi, karena sudah tidak adanya gelombang tinggi. Ia juga mengatakan sudah menyampaikan pesan tersebut melalui media sosial yang dimiliki Dinpar.