Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul telah menyelesaikan kajian rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL) untuk pembangunan kota baru di pesisir selatan Bantul, mulai dari Pantai Baros hingga Samas. Rencananya hasil kajian ini akan dipaparkan di hadapan Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul Isa Budi Hartomo mengatakan hasil kajian RTBL menyebutkan ada lahan sekitar 70 hektare yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan kota baru di kawasan pesisir. Di dalam kajian itu, ada berbagai fasilitas mulai dari resort, perhotelan, restoran hingga lokasi wisata buatan.
“Pembangunan yang dilakukan juga harus bertaraf internasional karena memang segmen yang dibidik adalah wisatawan mancanegara,” kata Isa akhir pekan lalu.
Dia menambahkan meski kajian RTBL sudah selesai, tetapi tidak serta merta pembangunan bisa dilakukan. Ini lantaran, masih ada kajian lain yang dilaksanakan dengan menyusun detail engineering design (DED). “Harus ada DED karena nanti akan ketahuan berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun kota baru tersebut,” kata dia.
Untuk investor, Isa mengakui sudah banyak investor yang penjajakan proyek ini. Meski demikian, dari jumlah tersebut baru dua yang benar-benar serius untuk membangun di kawasan kota baru yang nanti diklaim mirip Pattaya di Thailand. “Dua yang sudah berminat satu bergerak di perhotelan dan satunya di bidang wisata buatan,” katanya.
Dikatakan Isa, rencananya hasil kajian RTBL akan dipaparkan ke Gubernur DIY Sri Sultan HB X. “Harapannya semua berjalan lancar dan pada 2019 sudah ada perkembangan yang signifikan,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pemerintahan, Desa Tirtohargo, Kretek, Sigit Dwi Ananta mengakui belum mendapatkan sosialisasi terkait dengan rencana pembangunan untuk menangkap peluang adanya bandara baru di Kulonprogo yang direncanakan beroperasi pada 2019 mendatang. “Belum ada sosialisasi. Kami juga belum tahu titik pembangunan di mana saja,” kata Sigit, Sabtu (1/9/2018).
Sigit mengatakan di Desa Tirtohargo ada enam dusun, yakni Dusun Karang, Baros, Muneng, Kalangan, Gunung Kunci, dan Gegunung. Dari enam dusun tersebut, yang terdampak pembangunan jalur jalan lintas selatan (JJLS) adalah Dusun Baros, Muneng, dan Karang. Sementara terkait pembangunan kota baru yang direncanakan seperti Pattaya di Thailand yang berlokasi di Baros, Sigit belum mengetahui detailnya.
“Informasinya memang ada, tetapi pastinya kami belum mendapatkan informasi yang resmi,” ujar Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
HPP gula petani tak berubah sejak 2024. APTRI mengusulkan Rp15.500/kg, tetapi keputusan pemerintah belum terbit saat musim giling 2026 berakhir.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.