Tidak Ada Tanaman Gagal Panen di Bantul

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 20 September 2018 08:10 WIB
Tidak Ada Tanaman Gagal Panen di Bantul

Ilustrasi kemarau di ladang pertanian/Bisnis Indonesia-Rachman

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul mengklaim sejauh ini belum ada laporan gagal panen dari petani di Bantul, meski terjadi kemarau lebih panjang dibanding tahun lalu.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan DP2KP Bantul Yunianti Setyorini mengatakan sejak jauh hari pihaknya sudah mengantisipasi dampak kemarau terhadap tanaman. "Misalnya untuk daerah yang memang tidak bisa ditanami padi petani tanam hortikultura maupun palawija yang sesuai kebutuhan air," kata Yuni, Rabu (19/9/2018).

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, awal musim penghujan baru terjadi pada November mendatang. Petani harus menyesuaikan diri untuk sementara tidak menanam padi di daerah yang pasokan airnya minim.

Kasi Produksi, DP2KP, Ishartati menambahkan jelang masa pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim hujan ini masih belum dianjurkan menanam padi untuk wilayah yang pasokan airnya sedikit. Namun bisa dengan tanaman hortikultura seperi sayuran dan buah.

Untuk wilayah Dlingo dan Sedayu sebagian besar petani sudah mempersiapkan untuk menanam kacang kedelai dan sayuran. "Ada sekitar 80 hektare yang sudah siap tanam kedelai di Dlingo," kata Ishartati.

Meski awal musim penghujan terjadi November, namun beberapa irigasi yang sempat mengering kemungkinan mulai normal pada akhir September ini, karena adanya hujan di wilayah utara. Karena itu pihaknya meminta petani untuk mulai membersihkan saluran irigasi agar aliran lancar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online