Wow....Begini Desain dan Nama Unik Gate di Bandara Baru Kulonprogo

Warga melintas di kawasan pembangunan NYIA di Kecamatan Temon, Kulonoprogo, beberapa waktu lalu. Harian Jogja/Beny Prasetya
23 September 2018 08:50 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Nama lima desa terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan menjadi nama gerbang keberangkatan (gate) di NYIA.

Pimpinan Proyek NYIA Angkasa Pura I (AP I), Taochid Purnama Hadi mengungkapkan, di NYIA akan ada lima gate, yang nantinya akan dilengkapi dengan ornamen-ornamen yang khas. Nama desa-desa terdampak pembangunan NYIA yang akan menjadi nama gate-gate tersebut antara lain Glagah, Sindutan, Palihan, Kebonrejo, Jangkaran.

Arsitektur dan desain di dalam interior NYIA dibangun menggunakan konsep kearifan lokal, menargetkan gold category green building. Di dindingnya akan penuh dengan ornamen khas Jogja, bentuk bunga melati akan terlihat di area skylight, sehingga bila terkena cahaya matahari menimbulkan bayangan berbentuk bunga melati di lantai.

"Di bagian atap juga ada ornamen berbentuk kawung, bentuk desain kawung ini bukan hanya untuk dilihat dari atas [udara]. Melainkan ada juga bagian di bangunan bawah, bisa terlihat dari terminal," ungkapnya, Sabtu (22/9/2018).

Taochid memaparkan, pihak proyek NYIA optimistis bandara yang dibangun dalam tiga tahapan pembangunan ini bisa mulai beroperasional April 2019. Dalam rencana induk dipaparkan, pada tahap pertama (2018-2026), NYIA akan terbangun dengan landasan pacu sepanjang 3.250 meter, 180.000 meter persegi terminal, 23 stand parkir, mampu melayani 14 juta penumpang.

Pada tahap dua (2027-2036), penumpang yang bisa terlayani sebanyak 20 juta, terminal seluas 235.000 meter persegi dan sudah memiliki 31 stand parkir. Pada tahap ketiga (2037-2046), landasan pacu menjadi total 3.600 meter, terminal 290.000 meter persegi, 37 stand parkir, mampu melayani penumpang sebanyak 25 juta penumpang.

Salah satu pekerjaan yang juga dilakukan dalam membangun NYIA adalah timbunan cutter suction dredger, yaitu menggunakan timbunan Sungai Bogowonto dan Serang untuk mengambil sedimentasi (endapan) di dalam sungai, untuk kebutuhan pembangunan.

"Hal itu menguntungkan sungai, karena dengan mengambil sedimentasi itu maka mencegah pendangkalan. Sehingga sungai terjaga kedalamannya," kata dia.

Juru Bicara Proyek NYIA PT AP I, Kolonel Pnb.Agus Pandu Purnama mengungkapkan, saat ini di area Izin Penetapan Lokasi (IPL) sudah steril tidak ada aktivitas warga yang tidak termonitor oleh pihak proyek dan yang masuk tanpa atas izin proyek.

"Terlebih saat ini peralatan berat yang bekerja juga semakin banyak," kata dia.