Dinilai Janggal, Polisi Dalami Kematian Gadis Kecil di Winongo

Ilustrasi mayat. - JIBI
01 Oktober 2018 17:00 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Kepolisian masih mendalami kematian gadis kecil, AMC, 11, warga Tegalrejo. Anak kelas 5 SD tersebut ditemukan meninggal dunia di Sungai Winongo pada Minggu (30/9/2018).

Kompol Ardiansyah, Kapolsek Tegalrejo kepada wartawan mengatakan hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut. Penyelidikan dilakukan karena saat ditemukan terdapat sejumlah luka tubuh korban. "Awalnya, anggota memperoleh informasi dari masyarakat adanya penemuan mayat di Kali Winongo. Kami masih mendalami kasus ini," katanya, Senin (1/10/2018).

Menurut Ardiansyah, secara kasat mata ditemukan luka-luka pada korban. Luka tersebut terlihat di bagian wajah, seperti di bibir. Di bagian bawah mata korban juga tampak lebam dan telinganya saat ditemukan mengeluarkan darah. "Itu yang terlihat," katanya.

Korban ditemukan pukul 14.30 WIB. Kepolisian menduga, korban tewas beberapa jam sebelum ditemukan. Saat ditemukan, karena banyak warga yang datang dan terkait etika akhirnya polisi tidak langsung melakukan pemeriksaan di lokasi. Untuk memastikan apakah korban tewas karena kejahatan, polisi kemudian mengubungi tim identifikasi dari Polresta Jogja sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kalasan.

Terkait kasus tersebut, kepolisian setidaknya sudah meminta keterangan dua hingga tiga saksi. Termasuk saksi yang menemukan mayat pertama kali. "Kami langsung mencari informasi dari saksi-saksi. Sampai saat ini penyidik belum bisa menyimpulkan itu hasil kriminal atau tidak. Kami masih menunggu hasil visum," katanya.

Sejauh ini, polisi juga belum meminta keterangan orang tua. Menurut polisi, orang tua korban masih dalam kondisi terpukul. Sementara, barang-barang korban juga belum dilaporkan ada yang hilang. "Orang tua korban [ibu korban] kerja malam, bekerja di waktu malam. Ibu dan bapaknya informasinya sudah pisah," katanya.

Satinah, 58, warga Tegalrejo mengakui jika ada kejanggalan ketika mengetahui kondisi tubuh korban. Selain ada luka memar di daerah muka, bibir dan hidung berdarah, saat ditemukan kondisi korban dalam telanjang setengah badan. "Kalau [tewas karena] kepleset kok telanjang setengah badan? Celananya juga nggak ada," ujar Satinah kepada wartawan.

Menurut Satinah, korban ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh anak-anak kecil yang tengah bermain di sekitar sungai. Awalnya anak-anak tersebut menganggap mayat tersebut merupakan boneka.

"Anak-anak kemudian memanggil saya. Ayo mbah tilik-tilikane [ayo mbah kita lihat]. Saya lihat boneka kok kakinya putih," kata perempuan yang rumahnya berada di belakang Sungai Winongo itu.

Setelah itu, bersama warga mayat tersebut kemudian dibalik dan warga terkejut ketika diketahui bahwa sosok yang ada di depannya benar-benar mayat. Warga lantas mengumumkan ke warga lain adakah yang kehilangan anak dan diketahui mayat tersebut merupakan AMC. "Sandal korban ditemukan tidak jauh dari lokasi," katanya.

Sebelum kejadian, Satinah mengaku tidak mendengar (keributan) apa-apa. Ia menduga korban sudah tewas sejak subuh atau jauh sebelumnya. "Saya nggak dengar apa-apa, kalau kejadian siang pasti saya tahu [peristiwanya]," katanya.