25.640 Siswa di Gunungkidul Divaksin Campak, Difteri, dan HPV
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Sapi yang ada di Pasar Hewan Imogiri, Bantul, akhir pekan lalu./Harian Jogja-Rheisnayu Cyntara
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) terus menyosialisasikan program penambahan populasi sapi di Kabupaten Bantul melalui Sapi Indukan Betina Wajib Bunting (Siwab). Hingga saat ini, dari target penambahan populasi sebanyak 12.448 ekor, baru direalisasikan 8.554 ekor anakan sapi.
Kepala DP2KP Bantul Pulung Haryadi mengatakan, untuk memaksimalkan program penambahan populasi sapi, sudah menyiapkan beberapa program. Selain terus menggalakkan sosialisasi larangan menyembelih sapi betina produktif, DP2KP juga berencana menggelar gebyar Siwab di Pasar Imogiri pada 17 Oktober mendatang.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini maka semakin mempermudah dalam upaya menambah populasi sapi di Bantul,” katanya kepada wartawan, Selasa (9/10/2018).
Menurut dia, dengan program gebyar Siwab sebagai upaya sosialisasi dan pendataan terhadap jumlah sapi di Bantul. Berdasarkan data yang ada, di tahun ini ada target penambahan populasi sebanyak 12.448 ekor.
Namun pada kenyataannya, hingga akhir September baru terpenuhi sebanyak 8.554 ekor anakan sapi. Ini berarti masih ada kekurangan sebanyak 3.894 ekor. “Kita tetap berusaha karena penambahan juga sangat bergantung dengan jumlah sapi yang bunting,” katanya.
Dikatakannya, meski penambahan populasi belum sesuai target, namun dari sisi pelaksanaan sudah menunjukan perkembangan yang baik. Hal ini terlihat dari target inseminasi buatan yang melebihi harapan.
“Kita targetkan 23.000 inseminasi buatan, namun realisasinya ada 29.859 kawin suntik,” ungkapnya. Sementara itu, untuk pemeriksaan sapi bunting ditargetkan sebanyak 16.310 ekor, tapi dalam realisasinya baru 15.923 ekor.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DP2KP Bantul Joko Waluyo mengatakan, untuk memaksimalkan target Siwab di tahun ini, DP2KP sudah menyediakan 32 petugas yang siap membantu dalam proses pengembangbiakan.
Joko menengaskan, program ini dilaksanakaan secara gratis sehingga masyarakat bisa berpartisipasi dengan baik. “Kami memiliki sepuluh puskeswan. Jadi warga yang ingin ikut program Siwab bisa datang ke puskeswan terdekat, nanti akan dilayani petugas di sana,” katanya.
Joko menjelaskan, program peningkatan populasi sapi dijalankan dengan inseminasi buatan atau kawin suntik. Menurut dia, langkah ini lebih efektif ketimang pelaksanaan kawin alami yang sering mengalami kegagalan.
“Program kawin suntik sudah dikenal sejak 1976 lalu dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi sehingga masyarakat sudah terbiasa. Sedang untuk sekarang proses pengembangbiakan dengan cara kawin alam sudah hampir tidak ada di masyarakat,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.