Hebat, Dua Dusun Ini Jadi Rujukan Kampung KB Se-Indonesia

Ilustrasi KB. - Ist
11 Oktober 2018 16:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak dua kampung Keluarga Berencana (KB) di DIY jadi rujukan bagi kampung KB se-Indonesia.

Kedua kampung itu masing-masing adalah Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak Sleman dan Jasem, Srimulyo, Piyungan, Bantul.

Kepala Kantor Perwakilan BKKBN DIY Bambang Marsudi mengatakan masyarakat di kedua kampung tersebut mampu memotivasi pasangan subur yang belum menggunakan alat kontrasepsi sehingga warga memiliki kepedulian penggunaan kontrasepsi. Selain itu keduanya juga memiliki rumah data kependudukan yang lengkap dan pengelolaannya baik.

Dia mengatakan masyarakat kedua kampung KB ini memiliki kepedulian tinggi untuk memberikan motivasi penggunaan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur. "Di sana ada kadernya, nah kadernya ini yang mengajak, memotivasi untuk menggunakan alat kontrasepsi. Keberhasilannya lumayan, menjadi studi banding bagi provinsi lain," kata dia di sela-sela pelaksanaan pertemuan Capacity Building Inspektorat Utama di salah satu hotel Kota Jogja, Kamis (11/10).

Pada awal pencanangan pada 2016, di DIY ada enam kampung KB. Kemudian pada 2017 ada tambahan sebanyak 73 kampung KB sehingga dapat menyebar di seluruh kecamatan di DIY.

Khusus untuk Kulonprogo pada 2018, keberadaan kampung KB ini dikolaborasikan dengan pencanangan desa stunting. Selain itu di Sleman pada 2018 ada tambahan sekitar 73 kampung KB.

Di kampung KB itu masyarakat diberikan fasilitas untuk melakukan KB, termasuk memberikan layanan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) maupun non-MKJP. Penggunaan non-MKJP seperti suntik, pil dan pemakaian kondom di kampung KB terus diarahkan ke MKJP seperti IUD, implan dan medis operasi.

Selain tertatanya urusan KB, aktivitas kegotongroyongan masyarakat di kedua kampung itu pun terus tumbuh. Dia mencontohkan kampung KB Jasem yang membuat jalan lebar bisa dilalui roda empat dari awalnya jalan setapak.

Inspektur Utama BKKBN Agus Kiswoyo dalam kesempatan itu mengingatkan setiap kantor perwakilan BKKBN di daerah harus menyeimbangkan antara praktik di lapangan dengan laporan kegiatan. Pihaknya sepenuhnya mendukung berbagai program seperti yang dicanangkan oleh BKKBN DIY melalui kampung KB.

"Produk laporan itu penting juga jadi harus didukung kekompakan, solid dan harus tepat jadwal, kalau memang target selesai 10 hari ya harus selesai dalam waktu itu," katanya.