4.800 Orang Bakal Meriahkan Hari Santri di Jogja

Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) Pengurus Cabang Nahddlatul Ulama Kota Jogja, Solihul Hadi (berpeci) dan Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono berfoto saat kunjungan di Harian Jogja, Jumat (19/10/2018). - Harian Jogja/Nina Atmasari
19 Oktober 2018 17:37 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 4.800 orang bakal meriahkan peringatan hari santri di Kota Jogja yang kegiatannya dipusatkan di Lapangan Panahan Kota Jogja, Senin (22/10/2018).

Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) Pengurus Cabang Nahddlatul Ulama Kota Jogja, Solihul Hadi mengungkapkan peserta tersebut berasal dari santri pondok pesantren dan madrasah di Jogja serta pengurus NU di cabang dan ranting di se-Jogja.

"Ini merupakan acara puncak peringatan HSN," kata Solihul, saat berkunjung ke Harian Jogja, Jumat (19/10/2018). Kunjungan ini diikuti sejumlah panitia serta pengurus NU Kota Jogja. Mereka diterima oleh Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono.

Dalam acara tersebut, akan digelar drama kolosal tentang perjuangan santri di zaman sebelum kemerdekaan. Kegiatan juga akan dimeriahkan dengan penampilan barongsai liong yang dianggap sebagai wujud akulturasi budaya yang harus diakui.

Solihul menambahkan, sebelum acara puncak tersebut, pada Sabtu (20/10/2018) akan digelar berbagai lomba yakni pidato santri, nadzoman, stand up comedy dan mewarnai. Rangkaian lain peringatan HSN yang telah dilalui adalah kirab santri pada 7 Oktober lalu.

Menanggapi pemaparan tersebut, Anton Wahyu Prihartono mengungkapkan Harian jogja menyambut baik adanya peringatan HSN. "Sebab kegiatan ini sesuai dengan visi misi Harian Jogja yakni menjaga toleransi," katanya.

Menurutnya, HSN menjadi upaya menjaga dan melestarikan tradisi santri dan kyai. Kaum ini telah memberikan bukti nyata untuk menjaga keutuhan NKRI. Komitmen tinggi mereka ini terbukti mampu menangkal masuknya paham radikalisme di Jogja.