STTKD Bakal Gelar Kirab di Malioboro

Para taruna berlari untuk berkumpul ke titik kumpul dalam acara simulasi gempa yang dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, Jumat (5/10/2018) di halaman kampus. - Harian Jogja/Yogi Anugrah
30 Oktober 2018 13:10 WIB Abdul Hamied Razak Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Jogja akan menggelar tradisi kirab pisah sambut taruna dan taruni. Kirab tersebut akan digelar pada Sabtu (3/11/2018) di sepanjang Malioboro.

Sekretaris STTKD Jogja M Wasfan Wahyu Widodo mengatakan kirab tersebut merupakan ajang pamitan wisudawan dan wisudawati sekaligus perkenalan taruna dan taruni baru. Total peserta yang akan mengikuti kirab tersebut sekitar 550 orang. "Itu tradisi tahunan. Setiap ada taruna dan taruni baru dan yang diwisuda, mereka berpamitan dengan masyarakat," katanya dalam jumpa pers di Balai Kota, Senin (29/10/2018).

Jika tahun-tahun sebelumnya kirab selalu digelar pagi atau siang hari, namun untuk tahun ini akan dilakukan sore hari dalam tempo satu jam, mulai pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Pembatasan waktu tersebut, kata dia, dilakukan karena saat sore hari, aktivitas di Malioboro cukup padat sehingga beban lalu lintas juga perlu diantisipasi. "Kami memilih Malioboro karena lokasi ini menjadi ikonnya Jogja sekaligus titik kumpulnya masyarakat," katanya.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STTKD Jogja Sudirman menambahkan mayoritas taruna dan taruni merupakan warga luar DIY. Sehingga kirab tersebut sebagai bentuk kulo nuwun bagi mahasiswa baru sekaligus berpamitan bagi mahasiswa yang diwisuda. Wisudanya sendiri akan digelar pada 10 November 2018 dengan jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 496 orang.

"Sedangkan jumlah mahasiswa baru tahun ajaran ini ada 1.318 mahasiswa dari enam jurusan. Meski total ada ribuan mahasiswa baik yang menjadi taruna dan taruni maupun yang purna, namun peserta kirab kami batasi," katanya.