Hujan Mulai Mengguyur, Waspadai Angin Kencang dan Pohon Tumbang

Ilustrasi hujan - Reuters
06 November 2018 15:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan di DIY akan terjadi pada awal November atau dasarian pertama November. Dengan turunnya hujan yang deras, beberapa hal perlu diantisipasi di antaranya angin kencang dan pohon tumbang.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Agus Sudaryanto, mengatakan pada awal November DIY mulai diguyur hujan. Menurutnya saat ini sudah terjadi pelemahan aliran massa udara kering dari Australia.

Ia mengatakan terjadi juga konvergensi atau pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Jawa serta kondisi menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Hindia selatan Jawa. Menurut Agus, kondisi tersebut bisa memicu pertumbuhan awan konvektif yang mengakibatkan hujan dengan intensitas lebat disertai kilat, petir dan angin kencang.

Di Sleman beberapa wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas lebat antara lain Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Minggir, Seyegan, dan Sleman. Potensi hujan lebat tersebut diperkirakan terjadi Selasa (6/11/2018) sampai Jumat (9/11/2018). "Dengan kondisi ekstrem seperti itu beberapa hal yang perlu diwaspadai di antaranya potensi genangan, banjir, longsor di beberapa wilayah yang mempunyai potensi hujan lebat tinggi dan ada rawan banjir. Hujan yang disertai angin juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang," ujar Agus, Selasa.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengimbau agar masyarakat Sleman bisa mengantisipasi berbagai potensi kerawanan saat musim penghujan. "Saya coba berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman [DPUPKP ], kami mendorong agar sejumlah ruas jalan dicek, pohon yang rapuh ditebang. Kami juga memerintahkan pengecekan drainase," ujar Sri Purnomo, Selasa.