Menunggu Delapan Tahun, Jemaah Calon Haji Kulonprogo Akhirnya Isi Data Paspor

Ilustrasi ibadah haji dan umrah. - JIBI
07 November 2018 15:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Jemaah calon haji asal Kulonprogo akhirnya bisa mengisi blangko permohonan paspor untuk menunaikan ibadah haji. “Setelah menunggu antrean selama sekitar delapan tahun, peserta mulai mengikuti pengisian blangko permohonan paspor. Kegiatan ini sebagai langkah awal bagi jemaah calon haji untuk memulai perjalanan ibadah suci,” ujar Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kulonprogo, Nur Rahmawan Sugiharta, di sela-sela acara Sosialisasi dan Pengisian Dokumen Haji yang berlangsung di Aula Menoreh Kantor Kemenag Kulonprogo, Rabu (7/11/2018).

Acara Sosialisasi dan Pengisian Dokumen Haji berlangsung tiga hari mulai Selasa (6/11) sampai Kamis (8/11). Berdasarkan data dari Seksi PHU, jemaah calon haji dari Kulonprogo untuk musim haji 2019 berjumlah 283 dengan rincian 12 orang sudah pernah haji, 273 jemaah belum pernah haji dan 10 orang cadangan.

Menyoal lamanya antrean hingga delapan tahun, Nur Rahman mengatakan waktu pembuatan paspor harus menunggu jadwal yang ditetapkan oleh Kantor Imigrasi. Nantinya paspor tidak akan langsung diserahkan kepada jemaah, dan dibagikan saat jemaah akan berangkat. "Tetapi di pesawat paspor akan diminta lagi oleh petugas dan diserahkan kembali setelah jemaah pulang,” katanya.

Dalam pengisian blangko paspor ini jemaah dipandu oleh staf PHU. Dokumen yang diperlukan di antarnya pengisian nama yang belum tiga suku kata akan ditambahkan nama ayah, kalau belum cukup ditambah nama kakek. Sedangkan untuk yang sudah memiliki paspor akan dicek masa berlaku dan sudah tiga kata atau belum. "Untuk yang sudah punya paspor dan dipakai untuk umrah sebelum lima tahun akan terkena visa progresif dengan biaya Rp7,8 juta,” katanya.

Biaya pembuatan paspor untuk ibadah haji sebesar Rp355.000 yang nantinya bisa dibayarkan melalui KBIH. Sementara yang tidak ikut KBIH akan dibuatkan kelompok sendiri yang tergabung dalam jemaah non KBIH. "Biaya pembuatan paspor ini akan diganti dengan dana BPIH,” ucapnya.

Dia menambahkan berdasar informasi dari Dinas Kesehatan Kulonprogo, jemaah calon haji harus segera melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas wilayah masing-masing.