Tol Jogja-Bawen Diklaim Akan Untungkan Sleman, Ini Alasannya

Peserta mengendarai Vespa saat menghadiri Asia Vespa Days 2017 di kompleks Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (15/9). Candi Prambanan merupakan salah satu destinasi wisata di Sleman. - JIBI/Desi Suryanto
09 November 2018 21:05 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN – Tol Jogja-Bawen tak lama lagi bakal dibangun di DIY. keberadaan tol tersebut dinilai akan menguntungkan wilayah yang dilintasinya. 

Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo menilai rencana pembangunan jalan tol Jogja-Bawen yang melintas di Kabupaten Sleman akan mendongkrak jumlah wisatawan ke wilayahnya.

"Dari sisi kunjungan wisatawan, pembangunan ruas tol Jogja-Bawen tidak akan berpengaruh buruk terhadap pariwisata Sleman, namun justru akan mendongkrak jumlah kunjungan karena akses jalan yang bagus," katanya di Sleman, Jumat (9/11/2018).

Menurut dia, destinasi wisata di Kabupaten Sleman selama ini telah banyak dikenal masyarakat luas baik nasional maupun internasional, sehingga wisatawan memang sengaja datang ke Sleman untuk berwisata.

"Selama ini kan wisatawan memang sengaja berkunjung ke Sleman, bukan sekadar mampir karena lewat di Sleman. Jadi, meskipun ada jalan tol, mereka tetap datang ke Sleman, karena tujuannya Sleman," katanya.

Ia mengatakan, Pemkab Sleman siap melaksanakan kebijakan dari pemerintah pusat dalam rencana pembangunan jalan tol Jogja-Bawen.

"Pembangunan infrastruktur itu sebagai suatu hal yang positif, jadi kami siap melaksanakan dan mendukung rencana jalan tol Jogja-Bawen," katanya.

Sri Purnomo menambahkan banyak keuntungan dengan adanya jalan tol, selain sektor pariwisata yang diyakini akan mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Sleman dan daerah sekitarnya, juga akan mengurangi kemacetan dan mempersingkat jarak tempuh.

"Meski minusnya barangkali akan membuat warga yang rumahnya berdekatan tidak bisa saling berkomunikasi lagi, tapi yang dikehendaki Gubernur DIY Sri Sultan HB X adalah jalan tol layang atau bertingkat, sehingga tidak membuat warga terbatasi jalan" katanya.

Ia mengatakan, sesuai arahan dari Gubernur DIY, diupayakan pembangunan tol tidak akan membebaskan terlalu banyak lahan sehingga dapat meminimalisasi tanah produktif yang terkena imbas.

Kepala Bappeda Kabupaten Sleman Kunto Riyadi menegaskan, tol Jogja-Bawen perlu direalisasikan.

"Kalau tidak direalisasikan, kita akan terisolasi. Apalagi sekarang pengembangan akses di Sleman sisi timur sedang kencang-kencangnya," katanya.

Ia mengatakan, dengan konsep tol melayang tidak banyak lahan yang butuh dibebaskan. Sesuai rencana Pemerintah DIY, jalan tol akan dibangun di atas Selokan Mataram melintasi wilayah Kecamatan Mlati, Seyegan, Moyudan, Minggir, dan Godean.

"Konsep awalnya di daerah sekitar Maguwoharjo tapi ditentang karena di sana banyak 'heritage'. Kemudian dibuat di atas Selokan Mataram dan Jalan Solo," katanya.

Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo menilai rencana pembangunan jalan tol Jogja-Bawen yang melintas di Kabupaten Sleman akan mendongkrak jumlah wisatawan ke wilayahnya.

"Dari sisi kunjungan wisatawan, pembangunan ruas tol Jogja-Bawen tidak akan berpengaruh buruk terhadap pariwisata Sleman, namun justru akan mendongkrak jumlah kunjungan karena akses jalan yang bagus," katanya di Sleman, Jumat.

Menurut dia, destinasi wisata di Kabupaten Sleman selama ini telah banyak dikenal masyarakat luas baik nasional maupun internasional, sehingga wisatawan memang sengaja datang ke Sleman untuk berwisata.

"Selama ini kan wisatawan memang sengaja berkunjung ke Sleman, bukan sekadar mampir karena lewat di Sleman. Jadi, meskipun ada jalan tol, mereka tetap datang ke Sleman, karena tujuannya Sleman," katanya.

Ia mengatakan, Pemkab Sleman siap melaksanakan kebijakan dari pemerintah pusat dalam rencana pembangunan jalan tol Jogja-Bawen.

"Pembangunan infrastruktur itu sebagai suatu hal yang positif, jadi kami siap melaksanakan dan mendukung rencana jalan tol Jogja-Bawen," katanya.

Sri Purnomo menambahkan banyak keuntungan dengan adanya jalan tol, selain sektor pariwisata yang diyakini akan mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Sleman dan daerah sekitarnya, juga akan mengurangi kemacetan dan mempersingkat jarak tempuh.

"Meski minusnya barangkali akan membuat warga yang rumahnya berdekatan tidak bisa saling berkomunikasi lagi, tapi yang dikehendaki Gubernur DIY Sri Sultan HB X adalah jalan tol layang atau bertingkat, sehingga tidak membuat warga terbatasi jalan" katanya.

Ia mengatakan, sesuai arahan dari Gubernur DIY, diupayakan pembangunan tol tidak akan membebaskan terlalu banyak lahan sehingga dapat meminimalisasi tanah produktif yang terkena imbas.

Kepala Bappeda Kabupaten Sleman Kunto Riyadi menegaskan, tol Jogja-Bawen perlu direalisasikan.

"Kalau tidak direalisasikan, kita akan terisolasi. Apalagi sekarang pengembangan akses di Sleman sisi timur sedang kencang-kencangnya," katanya.

Ia mengatakan, dengan konsep tol melayang tidak banyak lahan yang butuh dibebaskan. Sesuai rencana Pemerintah DIY, jalan tol akan dibangun di atas Selokan Mataram melintasi wilayah Kecamatan Mlati, Seyegan, Moyudan, Minggir, dan Godean.

"Konsep awalnya di daerah sekitar Maguwoharjo tapi ditentang karena di sana banyak 'heritage'. Kemudian dibuat di atas Selokan Mataram dan Jalan Solo," katanya.

Sumber : Antara