24 Desa Meriahkan Final Festival Desa Wisata Sleman 2018

Perwakilan dari Desa Wisata Pulesari menampilkan Tari Salak dalam final Festival Desa 2018 di Desa Wisata Kelor, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman, Minggu (18/11/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan.
18 November 2018 19:20 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Final Festival Desa Wisata 2018 digelar di Desa Wisata Kelor, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman, Minggu (18/11/2018). Sebanyak 24 desa wisata se-Sleman ikut memeriahkan acara dengan menampilkan kuliner, kerajinan dan atraksi kesenian khasnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan gelaran Festival Desa Wisata tahun ini merupakan yang kali ketiga. "Tahun ini, final Festival Desa Wisata dikolaborasikan juga dengan acara JIHW (Jogja International Heritage Walk)," ujarnya pada Minggu.

Menurut dia alasan digelarnya final Festival Desa Wisata digelar di Desa Wisata Kelor yaitu untuk menjadikan Desa Wisata Kelor sebagai permanent walk yang dilalui oleh para peserta JIHW. Para peserta JIHW, kata dia mendatangi Desa Wisata Kelor sebagai lokasi check point.

Di final Festival Desa Wisata tahun ini, Sudarningsih mengatakan ada 24 desa yang ikut memeriahkan gelaran tersebut. Masing-masing desa wisata menampilkan kuliner, kerajinan, dan atraksi khasnya.

"Tujuan adanya Festival Desa Wisata ini sebagai upaya meningkatkan kualitas desa wisata di Sleman. 31 desa wisata ini harus berperan dan menjalankan fungsinya secara aktif menerapkan sadar wisata dan sapta pesona," ucap Sudarningsih.

Sebelumnya, pelaksanaan Festival Desa Wisata 2018 sudah dilakukan sebulan yang lalu dengan penilaian dari juri dilakukan sejak Kamis (11/10) sampai Sabtu (10/11). Pada final, juri menilai penampilan dari 24 desa wisata tersebut. Adapun juri yang menilai terdiri dari perwakilan pegiat budaya, media, akademisi, dan konsultan.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan desa wisata di Sleman merupakan aset dalam pembangunan kepariwisataan. "Masing-masing punya keunikan tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Sleman," kata Bupati.

Menurut dia desa wisata haruslah dikelola dengan profesional dan dikemas dengan menarik. Ia berharap ke depannya desa wisata mempunyai karakter dan ciri khas yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Wakil Ketua Pengelola Desa Wisata Garongan Imam Subekti mengatakan pihaknya menampilkan berbagai sajian khas dari Desa Wisata Garongan. Desa Wisata Garongan berlokasi di Desa Wonokerto, Turi.

"Kami menampilkan hadrah sebagai atraksi kesenian. Ada juga kuliner sagon, kue kipo, air mineral kemasan sebagai produk asli, dan juga ada manisan salak," ucap dia.

Menurut Imam Desa Wisata Garongan menawarkan wahana wisata menyatu dengan alam. Ada homestay yang disiapkan bagi pengunjung. Pengunjung juga bisa menjelajah alam, bermancakrida, ataupun berkemah.