Advertisement
Seorang Warga Ngestirejo Meninggal Dunia Usai Disengat Lebah
Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang petani Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Prapto Rejo,70, mengalami kejadian nahas saat sedang berada di ladang pada Jumat (30/11/2018). Pasalnya ia disengat lebah hingga akhirnya meninggal dunia.
Prapto disengat lebah pelang pada bagian kaki serta bagian tubuh lainnya. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, namun tidak membuahkan hasil. Kondisinya memburuk, nyawanya tidak bisa tertolong.
Advertisement
Saat kejadian tersengatnya Prapto, sedang melakukan aktifitas pertanian di ladang Karang Anon, Dusun Bruno, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari. Saat sedang bertani tersebut, tiba-tiba kelompok lebah menyerang Prapto. Serangan yang mendadak itu membuat korban tidak mampu menghindar. Ditambah tempat yang sepi membuat korban terlambat mendapat pertolongan.
“Belum ada yang mengetahui awalnya bagaimana kejadian tersebut hingga akhirnya korban diserang lebah itu. Saat ditemukan oleh saksi yang merupakan warga Pule, Tepus, bernama Suteng,40, kondisinya sudah lemas,” kata Kapolsek Tanjungsari, AKP Sapto Sudaryanto, Minggu (2/12/2018).
Setelah melihat kejadian tersebut Suteng kemudian meminta bantuan warga lain yang tengah berada di sekitar lokasi untuk melakukan evakuasi. Kondisi korban yang semakin memburuk, kemudian korban dibawa ke RSUD Wonosari. Korban sempat dirawat beberapa jam. Hingga akhirnya sekitar pukul 19.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.
Dikatakannya pihak korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan sudah menerima dengan ikhlas. Hasil pemeriksaan saksi serta beberapa warga, sebelumnya korban diperkirakan mencari rumput untuk pakan ternak sapi tepat di sarang tawon lebah pelang itu. Kawanan lebah yang merasa terganggu kemudian mengamuk dan menyerang korban.
“Perkiraannya jumlah tawon yang menyerang korban cukup banyak. Menurut informasi juga kalau tawon pelang sangat berbahaya karena mempunyai bisa atau racun yang mematikan,” ujar Sapto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
- Rumah Duka Dipenuhi Karangan Bunga, Pemulangan Praka Farizal Disiapkan
- Malam Hari Jadi Andalan, Girder Tol Jogja Solo Dipasang Lagi
Advertisement
Advertisement









