Tinjau Proyek NYIA, Sultan Minta Bandara Tak Jadi Danau karena Tergenang Air

Sri Sultan HB X (kiri) mendengarkan pemaparan progres pembangunan NYIA dalam peninjauan di lokasi bandara NYIA, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (8/1/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
08 Januari 2019 18:03 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau langsung progres pembangunan bandara Kulonprogo, New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (8/1/2019) siang. Dalam peninjauan ini raja Kraton Jogja itu optimistis bandara baru dapat segera beroperasi pada April 2019 mendatang.

"Karena tiap hari selalu diverifikasi, jadi harapan saya target itu bisa dicapai, sehingga sesuai dengan kesepakatan [bulan April beroperasi] sudah bisa untuk penerbangan internasional," kata Gubernur kepada awak media, Selasa siang.

Meski demikian, Sultan mengingatkan kepada PT Angkasa Pura (AP) 1 dan PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku pelaksana proyek untuk tetap mengedepankan profesionalitas kerja. Ini penting, agar kualitas infrastruktur NYIA yang dikebut pembangunannya untuk membuka penerbangan internasional pada jadwal yang ditentukan tetap terjaga.

Dia tidak ingin, demi megejar target, AP 1 dan PP mengesampingkan kualitas infrastruktur bandara.

"Harapan saya pada Bulan April yang jelas siap untuk pengoperasian penerbangan internasional, berarti sudah ada ruang yang bisa diselesaikan, karena harapan saya tempat transitnya bapak presiden [telah siap untuk meresmikan], sehingga mohon dalam pembangunan ini tidak ada alasan karena tergesa-gesa. Kita profesional saja, dan dilaksanakan dengan baik," ucapnya.

Beberapa hal yang menjadi sorotan Sultan terhadap kesiapan NYIA di antaranya adalah ketinggian landasan pacu pesawat yang harus benar-benar seimbang agar ketika memasuki musim hujan landasan tersebut tidak tergenang air.

"Biarpun mungkin waktunya pendek, jangan sampai nanti ketinggian landasannya tidak seimbang, ada air menggenang tidak ada alasan karena tergesa-gesa. Sehingga bangunan ini secara profesional harus kita selesaikan dengan baik," ucapnya.

Pembangunan drainase di NYIA sebagai antisipasi saat musim hujan juga perlu menjadi perhatian. Dengan luas lahan bandara yang mencapai lebih dari 600 hektare, Gubernur melihat tidak seluruhnya memiki ketinggian tujuh meter.

"Yang ditinggikan kan runway, terminal dan fasilitas penunjang, sementara yang lain tidak. Saya khawatir pada saat musim hujan, yang tidak ditinggikan tujuh meter itu bisa jadi danau, karena di kawasan ini wilayahnya cekungan. Sehingga saya khawatir air hujan itu tidak bisa keluar dari tanah yang tidak ditinggikan tersebut," ucapnya.