BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Perahu-perahu nelayan diparkir di pinggir Pantai Congot pada Sabtu (22/6/2019). Nelayan tidak berani melaut karena gelombang masih tinggi./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, TEMON--Sudah hampir sebulan nelayan di Pantai Congot terpaksa menepikan perahunya karena tidak melaut. Kondisi cuaca dan tingginya gelombang menjadi penyebabnya.
Ketua Kelompok Nelayan Bogowonto Pantai Congot, Bambang Sutrisno mengatakan pada Senin (17/6/2019) lalu, nelayan Pantai Congot berencana akan melaut, namun cuaca belum baik dan gelombang masih dianggap tinggi.
"Saat ini karena kondisi belum stabil jadinya kami belum melaut," ujar Bambang pada Sabtu (22/6/2019). Ia menuturkan, nelayan di Pantai Congot tersebut belum melaut sejak pertengahan puasa lalu.
"Nanti kalau kondisi sudah stabil kami melaut lagi. Sekarang belum berani. Sudah hampir sebulan tidak melaut," tutur Bambang. Ia bercerita, saat nelayan tidak melaut, banyak yang mengandalkan sampingan.
Pekerjaan sampingan yang digarap nelayan bermacam hal diantaranya menjadikan perahu mereka sebagai perahu wisata mengantarkan pengunjung yang mau berwisata ke Hutan Mangrove, ada yang bertani, kuli bangunan, ada juga yang mengandalkan pengadilan istrinya berjualan di pantai.
Nelayan lainnya, Suroto mengaku pada sebelumnya waktu nelayan tidak melaut hanya sebentar saja. Sedangkan saat sekarang, karena tingginya gelombang bertahan lama, nelayan pun hampir sebulan tidak berani melaut.
Saat tidak melaut, Suroto bersama rekan nelayan lainnya memanfaatkan waktu nganggur perahunya untuk mengantar wisatawan yang mau berkunjung ke Hutan Mangrove. "Tapi sekarang operasinya hanya Sabtu dan Minggu saja," ucapnya.
Dalam dua harinya itu ia bisa mendapatkan penghasilan sebanyak Rp500.000. Dibanding pada tiga tahun silam saat perahu wisata pertama kali dioperasikan, pendapatan nelayan dari jasanya mengantarkan wisatawan itu cenderung menurun. Pada awal beroperasi, ia bahkan bisa mendapatkan penghasilan dari mengantar wisatawan itu sebanyak Rp1 juta dalam satu harinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.