UMKM Perempuan Solo Dapat Bantuan Alat Jahit dari BI, Ini Harapan Wawali Astrid
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Formayo saat menggelar aksi di Tugu Pal Putih Jogja, Minggu (23/6/2019). Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Hariianjogja.com, JOGJA--Puluhan warga dari Forum Masyarakat Yogya Istimewa Peduli Pendidikan (Formayo) menggelar aksi di Tugu Pak Putih Jogja, Minggu (23/6/2019). Mereka menuntut agar Disdikpora memperbaiki sistem PBDB 2019.
Dalam aksinya, massa aksi membawa baik ibu-ibu maupun bapak-bapak membawa sejumlah spanduk. Di antaranya "Kembalikan sistem PBDB ke Juknis 2018", "Jangan Sia-siakan Usaha Keras Anak Kami," "Jangan Pupuskan Cita-cita Anak Kami," "Bebaskan Anak Kami Meraih Mimpi," "Demokrasi Pendidikan Bukan Pembatasan Hak Anak Untuk Memilih Pendidikan Anak Yang Diinginkan,".
Koordinator Aksi Elvin Yulianto mengatakan sesuai dengan Permendikbud yang baru terkait PBDB pihaknya menuntut agar jalur prestasi dipenuhi 15%. Tahun ini, Disdikpora DIY memberikan kuota untuk jalur prestasi hanya 5%.
"Disdikpora DIY harus mematuhi Permendikbud, untuk jalur prestasi 15%. Kami minta ada pembenahan PBDB," katanya di sela-sela aksi.
Formayo juga meminta agar pelaksanaan PPDB ditunda hingga 1 Juli mendatang. Hal itu dilakukan agar Disdikpora bisa melakukan penyesuaian dengan adanya Permendikbud yang baru. Ia berharap, Disdikpora bisa mengubah Peraturan Gubernur (Pergub) yang lama terkait pelaksanaan PBDD dengan Pergub yang baru.
"Kami minta itu dilakukan agar asas keadilan bagi anak-anak berprestasi bisa terpenuhi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.