Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tamu menikmati sajian kuliner di Rumah Makan Pondok Ingkung, Pantai Depok, Bantul./IST-Rumah Makan Pondok Ingkung
Harianjogja.com, BANTUL- Pelaku usaha warung makan di Pantai Depok, Bantul belum bersedia dipindahkan ke pusat kuliner di kawasan Laguna Depok karena belum ada jaminan di lokasi yang baru akan ramai.
Ketua Komunitas Pengusaha Warung Makan Pantai Depok, Dardi Nugroho mengatakan ada sekitar 90 warung makan yang sudah rutin berjualan di Pantai Depok. Selama ini mereka sudah lama berjualan dan masing-masing sudah memiliki pelanggan. Jika harus pindah lokasi, kata dia, para pedagang akan memulai usaha dari nol lagi dan yang lebih dikhawatirkan lagi warung sepi pembeli.
“Karena belum jelas, para pedagang sepakat satu kata, kompak tidak mau dipindah,” kata Dardi, melalui sambungan telepon, Rabu (26/6/2019). Dardi mengaku pelaku usaha sepakat adanya penataan, namun penataan tersebut tidak sampai menggusur tempat usaha yang selama ini sudah lama berdiri. Terlebih perpindahannya ke sekitar Laguna Depok.
Selama ini diakuinya Laguna Depok hanya ramai ketika ada acara. Selebihnya selalu sepi. Sementara wisatawan yang berlibur ke pantai biasanya langsung mendatangi pantai, kemudian berteduh di warung-warung makan sambil makan. Ia justeru mengkhawatirkan jika warung terlalu jauh dengan pantai membuat wisatawan tiak mau datang.
Menurut dia, yang perlu dilakukan saat ini adalah menambah petugas kebersihan di Pantai Depok. Karena pantai yang berlokasi di Desa Parangtritis, Kretek itu terkesan kumuh karena pengambilan sampah tiak setiap hari. Bahkan ada tumpukan sampah yang sampai satu pekan baru diambil. “Tempat sampahnya juga masih kurang,” kata Dardi.
Lebih lanjut Dardi mengklaim sampai sekarang Dinas Pariwisata Bantul belum mensosialisasikan secara resmi terkait pemindahan warung-warung makan ke pusat kuliner Laguna Depok, kecuali hanya sebatas informasi yang tidak utuh. Pihaknya belum mendapat kepastian kios-kios yang baru selesai dibangun itu para pedagang sekitar pantai Depok.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan pemindahan pelaku usaha di Pantai Depok perlu dilakukan secara bertahap, “Kalau bangunannya kan sudah jadi,” kata Kwintarto.
Sebagaimana diketahui Pemkab Bantul tengah menata kawasan wisata Parangtritis, termasuk Depok. Salah satu penataannya adalah akan membersihkan semua bangunan yang berada di sekitar pantai atau minimal 100 meter dari bibir pantai harus steril dari bangunan maupun tempat usaha. Tempat usaha nantinya akan dipusatkan ke utara jalan. Salah satu titik pusat kuliner adalah di kawasan Laguna Depok.
Bangunan di pusat kuliner tersebut rencanannya akan menampung sekitar 300 pedagang, yang terbagi dalam pedagang olahan ikan, pedagang makanan olahan tradisional, dan kerajinan khas Bantul. Sebagian bangunan kios saat ini sudah jadi yang dibangun dari anggaran dana keistimewaan (Danais) sebesar Rp8,5 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Rio de Janeiro terpilih jadi tuan rumah peluncuran MotoGP 2027 di Pantai Botafogo, 21 Februari. Seluruh tim dan pembalap hadir, sambut era mesin 850cc.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta