DBD di Gunungkidul Turun saat Kemarau, Warga Tetap Diminta Siaga
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Tupan berdiri di samping rumahnya di dekat jurang di Perbukitan Kembang, Dusun Suru, Kampung, Ngawen, Gunungkidul Senin (28/8/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memastikan pemindahan tiga rumah yang ada di Bukit Kembang di Dusun Suru, Kalurahan Kampung, Ngawen. Rencananya, masing-masing keluarga mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta.
Kepastian relokasi disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko. Menurut dia, ketiga keluarga yang tinggal di atas Bukit Kembang akan dipindahkan tahun ini. “Akan dipindah dengan dana stimulan sekitar Rp30 juta yang bersumber dari APBD Murni 2023 Gunungkidul dan APBD Perubahan Gunungkidul,” katanya, Kamis (14/9/2023).
Dia menjelaskan, relokasi akan dibangun di tanah milik pribadi yang sudah disiapkan oleh keluarga terdampak. Rencananya pembangunan dilaksankaan di tahun ini secara bersamaan. “Mudah-mudahan bisa segera terealisasikan dan warga dapat pindah secepatnya,” katanya.
Menurut Irawan, relokasi terahadap keluarga ini merupakan permintaan langsung dari Bupati Gunungkidul Sunaryanta. Ia berharap, kepindahan ini bisa membantu perekonomian keluarga karena terhindar dari serangan monyet ekor panjang.
BACA JUGA: 2 Penghuni Terakhir di Bukit Kembang Dijanjikan Relokasi oleh Pemkab Gunungkidul
Di sisi lain, untuk bekerja guna menyambung hidup juga lebih mudah karena akses yang lebih mudah. Hal ini berbeda dengan kondisi rumah di atas bukit karena akses yang sulit membuat aktivitas menjadi sangat-sangat terbatas.
Lurah Kampung, Ngawen Suparna mengatakan, total ada 11 jiwa yang tinggal di Bukit Kembang dan terbagi menjadi tiga kepala keluarga. Tiga rumah yang akan dipindah milik Tupan, Winarno dan Edi. “Ketiganya masih saudara. Tupan dan Winarno adalah kakak beradik. Sedangkan Edi merupakan menantu dari Winarno,” katanya.
Menurut dia, untuk tempat relokasi tidak ada masalah karena ketiganya sudah memiliki lahan untuk tempat pindah. Malahan, sambung Suparna, untuk lokasi milik Winarno dan Edi sudah mulai dibangun fondasi. “Untuk relokasi milik Tupan sudah dibersihkan dan bisa didirikan rumah sebagai tempat tinggal yang baru,” katanya.
Suparna meminta proses pembangunan tetap mempertahankan bentuk limasan. Selain untuk menghemat biaya, pembangunan juga dapat memanfaatkan bahan bangunan yang masih layak. “Harus menjadi rumah yang sehat dan layak huni. Kami berterimakasih bisa segera dibangun dan mudah-mudahan sebelum musim hujan tiba sudah terlaksana, kata Suparna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
KPK periksa istri dan anak eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono, telusuri aset dugaan gratifikasi Rp17 miliar.
Jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek waktu keberangkatan di sini.
Harga bahan pokok di Sleman turun selama Juni 2026, diduga akibat liburnya program MBG saat libur sekolah.
B50 resmi berlaku, tekan impor BBM namun berisiko picu krisis minyak goreng dan beban subsidi akibat harga CPO.